PALU – Sulawesi Tengah tidak hanya memiliki kekayaan wisata alam dan budaya, tetapi juga beragam kuliner tradisional dengan cita rasa khas.

Olahan daging, ikan, santan, daun kelor hingga beras ketan menjadi bagian dari kekayaan kuliner masyarakat di daerah ini.

Beberapa hidangan bahkan dapat dibuat sendiri di rumah karena menggunakan bahan yang relatif mudah ditemukan.

Berikut 5 kuliner khas Sulawesi Tengah beserta bahan dan cara membuatnya.

1. KALEDO

Kaledo merupakan salah satu kuliner yang paling identik dengan Sulawesi Tengah, khususnya Palu dan Donggala.

Hidangan ini menggunakan tulang kaki sapi yang masih memiliki daging dan sumsum, kemudian dimasak dalam kuah dengan karakter rasa asam, pedas dan gurih.

Kaledo secara tradisional juga kerap disantap bersama singkong rebus.

Bahan:

- 1 kg tulang kaki sapi berdaging

- 5 buah asam jawa muda

- 15-20 buah cabai rawit hijau

- Air secukupnya

- Garam secukupnya

- Jeruk nipis

- Bawang goreng sebagai pelengkap

- Singkong rebus sebagai pendamping

Cara membuat:

1. Cuci tulang dan daging sapi hingga bersih.

2. Didihkan air, kemudian masukkan tulang dan daging sapi.

3. Rebus hingga daging mulai empuk. Buang buih dan kotoran yang muncul pada permukaan kuah.

4. Untuk mendapatkan kuah yang lebih bersih, air rebusan pertama dapat dibuang dan tulang direbus kembali menggunakan air bersih.

5. Masukkan asam jawa muda, cabai rawit yang telah ditumbuk dan garam.

6. Masak kembali dengan api kecil hingga daging benar-benar empuk dan bumbu meresap.

7. Koreksi rasa hingga mendapatkan perpaduan asam, pedas dan gurih.

8. Sajikan selagi panas dengan bawang goreng, perasan jeruk nipis dan singkong rebus.

2. UTA DADA

Uta Dada merupakan masakan tradisional masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah.

Salah satu versi yang dikenal menggunakan ayam kampung yang dimasak bersama santan dan berbagai rempah hingga menghasilkan kuah gurih dengan aroma yang kuat.

Bahan:

- 1 ekor ayam kampung, potong sesuai selera

- 750 ml santan

- 6 butir bawang merah

- 4 siung bawang putih

- 5-10 buah cabai sesuai selera

- 3 cm kunyit

- 2 cm jahe

- 2 batang serai, memarkan

- Garam secukupnya

- Minyak secukupnya

Cara membuat:

1. Bersihkan ayam dan potong menjadi beberapa bagian.

2. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit dan jahe.

3. Tumis bumbu halus bersama serai hingga harum.

4. Masukkan potongan ayam dan aduk hingga permukaannya berubah warna dan bumbu merata.

5. Tuangkan santan secara perlahan.

6. Masak menggunakan api sedang sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah.

7. Tambahkan garam dan koreksi rasa.

8. Masak hingga ayam empuk dan kuah santan mengental.

9. Sajikan Uta Dada dalam keadaan hangat bersama nasi atau ketupat.

3. UTA KELO

Uta Kelo atau sayur daun kelor menjadi salah satu masakan yang lekat dengan masyarakat Kaili.

Daun kelor dimasak menggunakan santan dan dapat dipadukan dengan bahan lain seperti jagung muda, terong atau pisang muda sesuai kebiasaan keluarga masing-masing.

Bahan:

- 2 ikat daun kelor

- 500 ml santan

- 1 buah jagung manis, potong-potong

- 1 buah terong, potong sesuai selera

- 5 butir bawang merah

- 2 siung bawang putih

- Cabai sesuai selera

- Garam secukupnya

Cara membuat:

1. Pisahkan daun kelor dari tangkainya lalu cuci hingga bersih.

2. Didihkan santan dengan api sedang.

3. Masukkan irisan bawang merah, bawang putih dan cabai.

4. Tambahkan jagung dan masak hingga mulai empuk.

5. Masukkan terong dan lanjutkan memasak.

6. Setelah bahan lainnya hampir matang, masukkan daun kelor.

7. Tambahkan garam secukupnya.

8. Masak sebentar hingga daun kelor matang. Jangan memasaknya terlalu lama agar tekstur daun tetap baik.

9. Angkat dan sajikan selagi hangat.

4. DUO SALE

Duo Sale merupakan salah satu olahan ikan kecil yang dikenal dalam kuliner masyarakat Kaili.

"Duo" merujuk pada ikan kecil, sedangkan pengolahannya menghasilkan cita rasa gurih, asin dan pedas yang cocok disantap bersama nasi maupun makanan tradisional lainnya.

Bahan:

- 200 gram ikan duo sale

- 6 butir bawang merah

- 3 siung bawang putih

- 5 buah cabai merah

- 10 buah cabai rawit atau sesuai selera

- 2 buah tomat

- Garam secukupnya

- Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:

1. Bersihkan ikan duo sale. Jika rasanya terlalu asin, bilas seperlunya lalu tiriskan.

2. Iris bawang merah, bawang putih, cabai dan tomat.

3. Panaskan sedikit minyak.

4. Tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum.

5. Masukkan cabai dan tomat, kemudian masak hingga layu.

6. Masukkan duo sale dan aduk hingga tercampur dengan bumbu.

7. Masak menggunakan api sedang hingga ikan dan bumbu matang serta sedikit mengering.

8. Koreksi rasa sebelum menambahkan garam karena duo sale pada dasarnya sudah memiliki rasa asin.

9. Angkat dan sajikan bersama nasi hangat.

5. LALAMPA TOBOLI

Lalampa Toboli merupakan kuliner tradisional dari Toboli, Kabupaten Parigi Moutong.

Bentuknya menyerupai lemper, tetapi memiliki karakter tersendiri. Lalampa dibuat dari beras ketan yang dimasak bersama santan, diberi isian ikan berbumbu, dibungkus daun pisang kemudian dibakar.

Bahan ketan:

- 500 gram beras ketan

- 400 ml santan

- 1 sdt garam

- Daun pisang secukupnya

Bahan isian:

- 300 gram ikan tongkol atau ikan cakalang

- 6 butir bawang merah

- 3 siung bawang putih

- Cabai sesuai selera

- Garam secukupnya

- Minyak secukupnya

Cara membuat:

1. Cuci beras ketan kemudian kukus hingga setengah matang.

2. Panaskan santan bersama garam.

3. Masukkan ketan setengah matang ke dalam santan dan aduk hingga santan terserap.

4. Kukus kembali ketan hingga matang.

5. Untuk membuat isiannya, kukus atau rebus ikan hingga matang kemudian suwir halus.

6. Haluskan atau iris bawang merah, bawang putih dan cabai.

7. Tumis bumbu hingga harum lalu masukkan ikan suwir.

8. Masak hingga bumbu meresap dan isian relatif kering.

9. Ambil daun pisang, letakkan ketan kemudian tambahkan isian ikan di bagian tengah.

10. Tutup kembali dengan ketan dan gulung menggunakan daun pisang.

11. Panggang di atas bara atau pemanggang hingga permukaan daun pisang sedikit terbakar dan aromanya keluar.

12. Lalampa Toboli siap disajikan dalam keadaan hangat.

Kelima kuliner tersebut memperlihatkan beragam karakter masakan Sulawesi Tengah, mulai dari kuah asam pedas Kaledo, gurihnya Uta Dada dan Uta Kelo, olahan ikan Duo Sale hingga Lalampa Toboli berbahan ketan dan ikan.

Resep tradisional dapat memiliki variasi bahan dan cara pengolahan antara satu keluarga, kampung maupun wilayah dengan wilayah lainnya. Karena itu, komposisi di atas dapat disesuaikan dengan selera tanpa menghilangkan bahan utama yang menjadi ciri masing-masing hidangan.