PALU – Klasemen MotoGP ditentukan berdasarkan jumlah poin yang dikumpulkan pembalap sepanjang musim.

Poin diperoleh dari hasil Sprint pada Sabtu dan balapan utama pada Minggu.

MotoGP menggunakan sistem poin yang berbeda antara kedua sesi tersebut.

Berikut cara perhitungannya:

1. Pemenang balapan utama mendapat 25 poin

Dalam balapan utama MotoGP, poin diberikan kepada 15 pembalap teratas.

Rinciannya:

Posisi 1: 25 poin

Posisi 2: 20 poin

Posisi 3: 16 poin

Posisi 4: 13 poin

Posisi 5: 11 poin

Posisi 6: 10 poin

Posisi 7: 9 poin

Posisi 8: 8 poin

Posisi 9: 7 poin

Posisi 10: 6 poin

Posisi 11: 5 poin

Posisi 12: 4 poin

Posisi 13: 3 poin

Posisi 14: 2 poin

Posisi 15: 1 poin

Pembalap yang finis di luar posisi 15 tidak memperoleh poin dari balapan utama.

2. Sprint hanya memberi poin kepada 9 pembalap teratas

Sprint memiliki jumlah putaran lebih pendek dibanding balapan utama.

Poin Sprint diberikan kepada 9 pembalap teratas dengan rincian:

Posisi 1: 12 poin

Posisi 2: 9 poin

Posisi 3: 7 poin

Posisi 4: 6 poin

Posisi 5: 5 poin

Posisi 6: 4 poin

Posisi 7: 3 poin

Posisi 8: 2 poin

Posisi 9: 1 poin

Pembalap di posisi 10 dan seterusnya tidak mendapatkan poin dari Sprint.

3. Maksimal 37 poin dalam satu Grand Prix

Jika seorang pembalap memenangi Sprint dan balapan utama pada akhir pekan yang sama, ia memperoleh:

12 poin dari Sprint

25 poin dari balapan utama

Totalnya menjadi 37 poin.

Jumlah tersebut merupakan poin maksimal yang bisa diraih seorang pembalap dalam satu akhir pekan Grand Prix.

4. Poin Sprint tetap masuk klasemen dunia

Sprint bukan sekadar balapan tambahan.

Poin yang diperoleh dari Sprint langsung dihitung ke dalam klasemen Kejuaraan Dunia MotoGP.

Karena itu, hasil Sprint dapat memengaruhi jarak poin antar pembalap dalam perebutan gelar.

5. Konsistensi sangat penting

Pembalap tidak harus selalu menang untuk tetap bersaing dalam klasemen.

Finis secara konsisten di posisi yang menghasilkan poin dapat menjaga peluang dalam perebutan gelar sepanjang musim.

Sebaliknya, gagal finis atau finis di luar zona poin dapat membuat selisih klasemen melebar.

6. Balapan utama memiliki bobot poin lebih besar

Kemenangan balapan utama bernilai 25 poin, sedangkan kemenangan Sprint bernilai 12 poin.

Karena itu, balapan utama tetap memberikan kontribusi poin terbesar dalam setiap akhir pekan MotoGP.

7. Semua poin sepanjang musim dijumlahkan

Poin dari setiap Grand Prix dan Sprint dikumpulkan sepanjang musim.

Pembalap dengan jumlah poin tertinggi setelah seluruh seri selesai menjadi Juara Dunia MotoGP.

8. Moto2 dan Moto3 tidak memiliki Sprint MotoGP

Moto2 dan Moto3 menggunakan sistem poin balapan utama yang sama untuk 15 pembalap teratas.

Namun, Sprint MotoGP hanya berlaku pada kelas MotoGP.

Karena itu, tambahan poin dari Sprint tidak tersedia pada Moto2 dan Moto3.

Memahami sistem poin membantu pembaca melihat mengapa seorang pembalap yang tidak selalu menang masih bisa memimpin klasemen.

Dalam MotoGP, konsistensi finis dan kemampuan meraih poin pada Sprint maupun balapan utama sama-sama berpengaruh pada perebutan gelar dunia.