PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Sulawesi Tengah berpotensi mengalami peningkatan hujan dengan intensitas sedang pada Kamis (17/9/2026).

Dalam prakiraan cuaca Indonesia periode 15–21 September 2026, BMKG memasukkan Sulawesi Tengah sebagai salah satu wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan hujan sedang untuk periode 15–17 September.

Kondisi tersebut terjadi meski secara umum atmosfer kering masih mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada musim kemarau.

BMKG menjelaskan peluang hujan masih dapat terbentuk akibat sejumlah dinamika atmosfer, termasuk aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin serta terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin.

Kondisi itu dapat mendukung penumpukan massa udara dan pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Sulawesi bagian tengah.

Potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus juga perlu diperhatikan. Prakiraan BMKG untuk wilayah udara Indonesia pada periode 17–23 September 2026 menempatkan Sulawesi Tengah dalam kategori occasional atau cakupan spasial maksimum sekitar 50–75 persen.

Awan Cumulonimbus dapat berkaitan dengan hujan, kilat atau petir, serta perubahan angin dalam waktu relatif singkat sehingga masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca lokal.

Di wilayah perairan, kondisi juga perlu menjadi perhatian. BMKG memprakirakan Laut Sulawesi bagian tengah pada Kamis dapat mengalami hujan ringan hingga petir pada sejumlah periode.

Tinggi gelombang di kawasan tersebut diprakirakan berada sekitar 1,2 hingga 1,5 meter pada 17 September, dengan hembusan angin pada beberapa waktu dapat mencapai sekitar 30 knot.

Masyarakat di Sulawesi Tengah diimbau tetap memantau prakiraan dan peringatan dini BMKG, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan maupun perjalanan laut.

BMKG juga mengingatkan kondisi musim kemarau masih meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta menghindari pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara membakar.