PALU – Klasemen menjadi salah satu bagian yang paling sering diperhatikan dalam kompetisi sepak bola.

Namun, tabel klasemen tidak hanya berisi posisi dan jumlah poin. Ada sejumlah kolom lain yang membantu menjelaskan performa suatu tim sepanjang kompetisi.

Secara umum, tim memperoleh 3 poin ketika menang, 1 poin ketika bermain imbang, dan tidak memperoleh poin ketika kalah.

Berikut cara membaca klasemen sepak bola:

1. Main atau P

Kolom Main menunjukkan jumlah pertandingan yang telah dijalani sebuah tim.

Pada beberapa tabel, kolom ini dapat ditulis P, MP, atau Played.

Jumlah pertandingan penting diperhatikan karena dua tim yang memiliki poin sama belum tentu telah memainkan jumlah laga yang sama.

2. Menang atau M

Kolom Menang menunjukkan berapa kali tim memenangkan pertandingan.

Setiap kemenangan pada sistem poin yang umum digunakan memberikan 3 poin.

Semakin banyak kemenangan, semakin besar peluang tim mengumpulkan poin tinggi.

3. Seri atau S

Kolom Seri menunjukkan jumlah pertandingan yang berakhir imbang.

Masing-masing tim memperoleh 1 poin dari hasil seri.

Pada tabel berbahasa Inggris, hasil seri biasanya ditulis D atau Draw.

4. Kalah atau K

Kolom Kalah menunjukkan jumlah pertandingan yang tidak menghasilkan poin bagi tim.

Pada tabel internasional, kolom ini biasanya ditulis L atau Loss.

5. Gol memasukkan

Kolom ini menunjukkan jumlah gol yang dicetak suatu tim sepanjang pertandingan yang telah dimainkan.

Dalam tabel tertentu, istilah yang digunakan adalah GM, GF, atau Goals For.

Jumlah gol dapat menjadi salah satu faktor penentu peringkat apabila dua atau lebih tim memiliki poin yang sama, tergantung regulasi kompetisi.

6. Gol kemasukan

Kolom gol kemasukan menunjukkan jumlah gol yang diterima tim dari lawan.

Istilah yang dapat digunakan antara lain GK, GA, atau Goals Against.

Angka yang lebih kecil menunjukkan tim lebih sedikit kebobolan.

7. Selisih gol

Selisih gol dihitung dengan mengurangi jumlah gol kemasukan dari jumlah gol yang dicetak.

Sebagai contoh, jika sebuah tim mencetak 20 gol dan kebobolan 12 gol, selisih golnya adalah +8.

Jika tim mencetak 10 gol dan kebobolan 15 gol, selisih golnya adalah -5.

Selisih gol sering digunakan sebagai salah satu kriteria untuk menentukan peringkat ketika poin sama.

8. Poin

Poin merupakan angka utama yang digunakan untuk menyusun klasemen.

Dalam sistem yang umum digunakan:

Menang = 3 poin

Seri = 1 poin

Kalah = 0 poin

Sebagai contoh, jika sebuah tim mencatat 6 kemenangan, 2 hasil seri, dan 2 kekalahan, maka poin yang diperoleh adalah:

6 kemenangan × 3 = 18 poin

2 hasil seri × 1 = 2 poin

Totalnya menjadi 20 poin.

9. Tim dengan poin lebih banyak berada di posisi lebih tinggi

Secara umum, tim dengan jumlah poin lebih banyak ditempatkan di atas tim dengan poin lebih sedikit.

Namun, apabila dua atau lebih tim memiliki poin yang sama, regulasi kompetisi menentukan kriteria berikutnya.

10. Tie-breaker tidak selalu sama

Tie-breaker merupakan aturan untuk menentukan peringkat ketika dua atau lebih tim memiliki jumlah poin yang sama.

Kriteria yang digunakan dapat mencakup hasil pertemuan langsung, selisih gol, jumlah gol, poin dalam pertandingan antara tim yang bersangkutan, disiplin, maupun ketentuan lainnya.

Urutan kriteria tersebut tidak sama pada seluruh kompetisi.

Karena itu, pembaca perlu melihat regulasi resmi turnamen sebelum menentukan tim mana yang berada di posisi lebih tinggi ketika poin sama.

11. Head-to-head berarti hasil pertemuan langsung

Head-to-head membandingkan hasil pertandingan antara tim-tim yang memiliki poin sama.

Dalam kompetisi tertentu, poin dari pertandingan antartim tersebut dapat menjadi salah satu kriteria tie-breaker.

Namun, kompetisi lain dapat lebih dahulu menggunakan selisih gol keseluruhan.

Karena itu, head-to-head tidak boleh dianggap selalu menjadi penentu pertama.

12. Selisih gol positif dan negatif

Tanda + pada selisih gol berarti tim mencetak lebih banyak gol daripada jumlah kebobolannya.

Tanda - berarti jumlah kebobolan lebih besar daripada jumlah gol yang dicetak.

Tim dengan +15 memiliki selisih gol lebih baik dibanding tim dengan +5.

13. Klasemen sementara belum menentukan hasil akhir

Posisi klasemen dapat berubah selama masih ada pertandingan tersisa.

Tim yang berada di bawah dapat naik apabila memperoleh poin, sementara tim di atas dapat turun jika gagal memperoleh hasil.

Jumlah pertandingan yang telah dimainkan juga perlu diperhatikan ketika membandingkan posisi dua tim.

14. Fase liga dan fase gugur berbeda

Pada fase liga atau grup, klasemen dan poin digunakan untuk menentukan posisi tim.

Pada fase gugur, pertandingan biasanya digunakan untuk menentukan tim yang langsung melaju ke babak berikutnya.

Jika skor tetap imbang sesuai aturan pertandingan, kompetisi dapat menggunakan perpanjangan waktu, adu penalti, atau aturan lain yang ditentukan dalam regulasi.

Memahami klasemen tidak cukup hanya melihat posisi tim.

Jumlah pertandingan, kemenangan, hasil seri, selisih gol, dan aturan tie-breaker perlu dilihat bersama agar kondisi persaingan dalam suatu kompetisi dapat dibaca dengan benar.