PALU – Cuaca panas yang dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah perlu diantisipasi dengan menjaga kondisi tubuh, terutama bagi masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memprakirakan puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Indonesia berlangsung pada periode Juli hingga September 2026. Kondisi tersebut dapat meningkatkan paparan panas dan kebutuhan cairan tubuh.

Untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit saat cuaca panas, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

1. Minum air secara teratur

Jangan menunggu rasa haus sebelum minum. Asupan cairan yang cukup membantu mencegah dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

2. Batasi minuman tertentu

Minuman berkafein, minuman berenergi, alkohol, serta minuman yang terlalu manis sebaiknya tidak dijadikan pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

3. Kurangi paparan matahari langsung

Jika memungkinkan, hindari terlalu lama berada di bawah sinar matahari, terutama sekitar pukul 11.00 hingga 15.00.

4. Gunakan pakaian yang nyaman

Pilih pakaian berbahan ringan dan longgar. Topi atau payung juga dapat digunakan untuk membantu mengurangi paparan langsung sinar matahari.

5. Gunakan tabir surya

Tabir surya minimal SPF 30 dapat digunakan pada bagian kulit yang tidak tertutup pakaian sebelum beraktivitas di luar ruangan.

6. Atur aktivitas dan waktu istirahat

Pekerja lapangan, pengendara, atlet, dan masyarakat yang melakukan aktivitas fisik berat sebaiknya mengambil waktu istirahat secara berkala di tempat yang lebih teduh.

7. Kenali tanda tubuh mulai kelelahan

Pusing, mual, kram, jantung berdebar, urin berwarna lebih pekat, dan rasa lelah berlebihan dapat menjadi tanda tubuh membutuhkan cairan dan istirahat.

8. Waspadai kondisi darurat akibat panas

Kebingungan, kejang, kehilangan kesadaran, atau kondisi tubuh yang memburuk akibat panas dapat menjadi tanda gangguan serius dan memerlukan pertolongan medis segera.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyebut lansia, bayi dan anak-anak, pekerja luar ruangan, serta orang dengan kondisi kesehatan tertentu sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap dampak cuaca panas.

Masyarakat juga diingatkan untuk tidak meninggalkan anak-anak maupun orang lain di dalam kendaraan yang sedang terparkir, karena suhu di dalam kendaraan dapat meningkat dengan cepat.

Dengan menjaga asupan cairan, mengatur aktivitas, dan mengenali tanda gangguan akibat panas, risiko masalah kesehatan saat cuaca panas dapat ditekan.