PARIGI MOUTONG – Hujan dengan intensitas tinggi selama sekitar 3 jam memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah desa di Kecamatan Kasimbar, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu, 23 September 2026.
Bencana mulai dilaporkan sekitar pukul 06.00 WITA dan berdampak pada Desa Labuan Donggulu, Sendana, Kasimbar, Kasimbar Palapi, serta Ogodopi.
Di Desa Labuan Donggulu, material longsor menutupi sebagian ruas Jalan Trans Sulawesi sehingga mengganggu akses kendaraan.
Petugas bersama warga dan para pengemudi kemudian melakukan pembersihan material yang menutupi badan jalan.
Sementara di Desa Sendana, luapan Sungai Kasimbar menyebabkan banjir menggenangi permukiman warga di Dusun I.
Data awal mencatat 13 rumah terdampak genangan.
Selain permukiman, MTs Alkhairaat Kasimbar dan SDN 1 Inpres Sendana juga dilaporkan terdampak banjir.
Banjir juga terjadi di Desa Kasimbar setelah sungai meluap akibat tingginya debit air.
Genangan masuk ke sejumlah rumah warga di Dusun Kasteng.
Di Desa Kasimbar Palapi, luapan sungai mencapai badan jalan, pekarangan rumah, serta Lapangan PS Perintis Palapi yang menjadi arena kegiatan MTQ.
Sejumlah rumah di Dusun I dan Dusun II turut terdampak.
Sementara di Desa Ogodopi, banjir kiriman dari sungai menyebabkan bagian sayap duiker ambruk.
Air kemudian menggenangi pekarangan sejumlah rumah warga di Dusun IV.
Pembersihan badan jalan kembali dilakukan sekitar pukul 08.00 WITA dengan melibatkan petugas, masyarakat, dan para pengemudi yang melintas.
Sekitar pukul 09.15 WITA, luapan air dilaporkan mulai surut.
Meski demikian, masyarakat di wilayah Kasimbar tetap perlu mewaspadai kemungkinan banjir susulan dan longsor apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, lereng, serta jalur yang sebelumnya terdampak longsor juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca dan debit air.