TOJO UNA-UNA – Sejumlah kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Tojo Una-Una sejak Senin (31/8/2026) hingga Selasa (1/9/2026).
Kebakaran dilaporkan terjadi di kawasan Desa Kasiala dan Desa Borneang, Kecamatan Ulubongka, kawasan perkebunan Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, serta 2 lokasi di Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka.
Di wilayah Uemarao Palampa, Desa Kasiala, titik panas terpantau pada koordinat -1.16566, 121.69392. Lokasinya berada sekitar 7 kilometer dari permukiman warga dan sulit dijangkau melalui jalur darat.
Berdasarkan informasi lapangan, kebakaran di kawasan tersebut telah terpantau sejak 24 Agustus 2026 dan kembali muncul pada 26 Agustus. Hingga laporan terakhir, api disebut belum sepenuhnya padam karena sulitnya akses menuju lokasi.
Sementara itu, pemantauan satelit juga mencatat titik panas di wilayah Desa Borneang Lokasi tersebut berada sekitar 2 kilometer dari permukiman. Informasi dari lapangan menyebut api di kawasan itu telah padam.
Kebakaran lainnya terjadi di bawah lereng Gunung Batu Pongke atau kawasan Langgasan, Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 17.00 Wita.
Lahan yang terbakar berada sekitar 8 kilometer dari kantor desa dan ditumbuhi tanaman kelapa serta sawit. Luas area terdampak diperkirakan sekitar 4 hektare.
Penyebab kebakaran di Desa Longge belum dapat dipastikan. Dugaan awal menyebut api mungkin berasal dari puntung rokok yang dibuang seseorang saat melintas di sekitar kawasan tersebut.
Pada Selasa (1/9/2026), kebakaran juga terjadi di 2 lokasi di Desa Cempa, Kecamatan Ulubongka, yakni di sekitar jalan poros Trans Sulawesi dan kawasan Pegunungan Santrifa. Kondisi semak dan dedaunan yang mengering akibat musim kemarau menyebabkan api mudah menyebar.
Warga bersama petugas gabungan melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia dan dukungan kendaraan yang membawa tandon air. Api di kawasan jalan Trans Sulawesi berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.35 Wita.
Titik kedua berada di kawasan Pegunungan Santrifa, sekitar 3 kilometer dari permukiman.
Upaya menuju lokasi terkendala medan yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki. Hingga laporan terakhir, api di kawasan perbukitan tersebut belum sepenuhnya padam dan masih terlihat dari kejauhan.
Penyebab kebakaran di 2 lokasi Desa Cempa juga belum dipastikan. Dugaan mengenai puntung rokok masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi musim kemarau, vegetasi yang mengering, serta luasnya kawasan hutan dan perkebunan di Tojo Una-Una meningkatkan risiko penyebaran kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau.