BANGGAI – Kapal barang KM Empat Bersaudara mengalami kecelakaan laut di perairan Desa Biak, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis, 1 Oktober 2026.
Kapal yang membawa tujuh orang awak tersebut dalam perjalanan dari Kabupaten Pulau Taliabo menuju Pelabuhan Luwuk.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara nilai kerugian material masih dalam pendataan.
1. Kapal Membawa 33 Ton Muatan
KM Empat Bersaudara merupakan kapal barang dan bukan kapal penumpang.
Berdasarkan manifes kapal, muatan yang dibawa terdiri atas sekitar 25 ton kopra, 5 ton arang, serta 3 ton barang campuran.
Dengan demikian, total muatan yang tercatat mencapai sekitar 33 ton.
Di atas kapal terdapat tujuh orang yang terdiri atas seorang nakhoda, seorang Kepala Kamar Mesin (KKM), dan lima Anak Buah Kapal (ABK).
2. Berangkat dari Pulau Taliabo Menuju Luwuk
Kapal berangkat dari Desa Pencadu, Kecamatan Taliabo Selatan, Kabupaten Pulau Taliabo, Maluku Utara, pada Rabu, 30 September 2026.
Tujuan pelayaran adalah Pelabuhan Luwuk di Kabupaten Banggai.
Saat memasuki perairan Desa Biak, kapal menghadapi gelombang tinggi dan angin yang menyebabkan air laut masuk ke bagian kapal.
Pompa kapal kemudian tidak mampu lagi mengeluarkan air dengan kecepatan yang sebanding dengan air yang masuk.
3. Nakhoda Arahkan Kapal ke Pantai
Untuk mencegah kondisi kapal semakin memburuk, nakhoda mengarahkan KM Empat Bersaudara menuju tepian pantai.
Dalam upaya tersebut, kapal naik ke atas area terumbu atau reef sehingga tidak dapat lagi bergerak menuju bibir pantai.
Kapal kemudian tetap berada di perairan Desa Biak dalam kondisi tidak dapat melanjutkan perjalanan.
4. Tujuh Awak Selamat
Seluruh tujuh orang yang berada di atas KM Empat Bersaudara dilaporkan selamat.
Tidak terdapat korban meninggal maupun luka yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Sementara itu, kerugian material akibat kecelakaan laut tersebut belum dapat ditaksir.
5. Warga Selamatkan Muatan Kapal
Setelah kejadian, warga bersama buruh pelabuhan rakyat membantu mengamankan muatan yang masih dapat diselamatkan.
Kopra dan arang yang berhasil dikeluarkan dari kapal kemudian diamankan di sekitar pinggir pantai.
Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi kerugian akibat muatan terendam atau terbawa air laut.
6. Unsur Maritim Dikoordinasikan
Kepolisian telah mendatangi lokasi dan mengumpulkan informasi mengenai kejadian.
Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah unsur maritim, termasuk KPPP, Basarnas, Syahbandar, dan Polairud.
Penanganan selanjutnya akan berkaitan dengan kondisi kapal, penyelamatan muatan yang masih tersisa, serta langkah yang diperlukan untuk mengevakuasi kapal dari lokasi.
Hingga laporan awal diterima, tidak ada korban jiwa dan kondisi di sekitar lokasi kejadian berlangsung terkendali.