PALU – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan dan penyaluran bahan bakar minyak di Sulawesi Tengah dalam kondisi aman dan berjalan normal, di tengah masih terlihatnya antrean kendaraan di sejumlah SPBU.
Pertamina menjelaskan, kepadatan antrean Biosolar di sejumlah SPBU Kota Palu bukan disebabkan keterbatasan stok, tetapi antara lain dipengaruhi pengaturan waktu penyaluran Biosolar yang dilakukan setelah pukul 19.00 Wita.
Pemberlakuan waktu pelayanan tersebut menyebabkan kendaraan pengguna Biosolar berkumpul pada periode yang relatif bersamaan sehingga antrean dapat meningkat pada jam tertentu.
Pertamina menyatakan distribusi BBM dilakukan setiap hari dan pemantauan stok di SPBU terus dilakukan. Pengiriman juga diprioritaskan ke SPBU yang persediaannya mulai menipis untuk mencegah terputusnya pelayanan.
Selain pengaturan waktu, kendala penggunaan barcode atau QR Code juga menjadi perhatian, terutama bagi truk kontainer yang menggunakan BBM bersubsidi.
Dalam sejumlah kasus yang dibahas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pertamina dan pihak terkait, QR Code kendaraan baru diketahui bermasalah ketika truk telah berada di depan nozzle setelah sebelumnya mengantre.
Untuk mengurangi persoalan tersebut, Pertamina dan Hiswana Migas Sulawesi Tengah sepakat menyiapkan petugas khusus di SPBU serta petugas mobile.
Petugas akan memeriksa QR Code truk kontainer lebih awal ketika kendaraan masih berada dalam antrean. Dengan cara tersebut, kendala pemindaian diharapkan dapat diketahui sebelum kendaraan mencapai titik pengisian.
Pemprov Sulawesi Tengah juga berencana menyurati Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi atau BPH Migas untuk meminta kebijakan terkait penanganan kendala teknis QR Code yang berada di luar kendali pengguna.
Namun, rencana tersebut masih berupa permohonan kepada BPH Migas dan belum berarti aturan penggunaan QR Code untuk BBM bersubsidi telah dihapus atau dilonggarkan.
Pertamina juga akan memperketat verifikasi kesesuaian QR Code dengan nomor polisi kendaraan sebagai bagian dari pengawasan penyaluran BBM bersubsidi.
Pemerintah daerah dan Pertamina meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan karena dapat menambah kepadatan antrean di SPBU.
Pertamina menyatakan akan terus memantau stok dan distribusi, sementara Pemprov Sulteng berharap perbaikan pelayanan QR Code dapat membantu memperlancar pengisian Solar bagi kendaraan angkutan serta menjaga distribusi barang di daerah.