PALU, SULTENGEASY – Seiring dengan dinamika cuaca yang mulai menunjukkan potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengajak masyarakat untuk tidak sekadar menunggu, melainkan bergerak proaktif melakukan langkah-langkah pencegahan.
Alih-alih saling menyalahkan ketika genangan air muncul pascahujan lebat, kesadaran kolektif di tingkat warga dinilai menjadi kunci utama mitigasi bencana. Salah satu langkah paling sederhana namun berdampak besar adalah memastikan kebersihan saluran air atau drainase di lingkungan masing-masing.
Pihak BPBD menekankan bahwa infrastruktur tata air yang dibangun oleh pemerintah akan berfungsi maksimal jika didukung oleh kepedulian warga dalam merawatnya. Sumbatan sampah plastik, tumpukan daun kering, maupun endapan lumpur sering kali menjadi pemicu utama meluapnya air dari selokan ke badan jalan maupun permukiman.
"Mitigasi terbaik berawal dari pekarangan kita sendiri. Kami sangat mengimbau warga di tingkat RT maupun RW untuk kembali menggiatkan tradisi gotong royong. Membersihkan drainase dari tumpukan sampah dan sedimen adalah investasi kenyamanan kita bersama agar lingkungan terbebas dari genangan saat intensitas hujan tinggi," imbau perwakilan BPBD.
Selain membersihkan saluran air, warga juga diedukasi untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga yang baik dan tidak membuang limbah padat ke aliran sungai atau kanal. Setiap rumah tangga juga dianjurkan untuk memeriksa kondisi talang air dan resapan di halaman masing-masing.
Pendekatan preventif ini diharapkan dapat mengubah paradigma masyarakat dari responsif (bertindak setelah kejadian) menjadi antisipatif. Melalui sinergi antara kesiapan infrastruktur daerah dan aksi nyata warga di lingkungan rukun tetangga, potensi kerugian materiil maupun ancaman kesehatan akibat genangan air dapat diminimalisasi secara efektif.
Mari jadikan lingkungan kita aman dan nyaman. Sedia payung sebelum hujan, bersihkan selokan sebelum air mengenang.