MOROWALI – Aksi unjuk rasa Aliansi Masyarakat Matarape Menggugat di kawasan PT ASKON Batu Karang Grup, Desa Matarape, Kecamatan Sombori Kepulauan, Kabupaten Morowali, berujung bentrok pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Aksi yang awalnya diikuti sekitar 30 orang tersebut membawa tuntutan agar jalan hauling dan jetty di area Desa Matarape ditutup karena dinilai memberikan dampak terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Dalam perkembangannya, terjadi bentrokan antara masyarakat dan sekitar 40 warga negara asing yang dalam laporan lapangan disebut berasal dari Tiongkok.
Sebanyak lima warga dilaporkan mengalami luka, sementara sejumlah kendaraan, alat berat, dan fasilitas perusahaan mengalami kerusakan atau terbakar.
1. Massa Blokir Jalan Hauling Menuju Jetty
Massa mulai berkumpul di rumah salah seorang warga Desa Matarape sekitar pukul 09.00 WITA.
Peserta aksi kemudian bergerak menuju perempatan jalan hauling yang mengarah ke jetty dan melakukan orasi.
Massa melakukan pemalangan menggunakan kayu, bambu, spanduk, serta mendirikan tenda untuk menutup akses jalan hauling.
Akibat pemalangan tersebut, aktivitas kendaraan perusahaan menuju jetty terhenti.
2. Pertemuan dengan Manajemen Sempat Memicu Ketegangan
Seorang perwakilan manajemen perusahaan kemudian mendatangi massa aksi.
Berdasarkan laporan lapangan, komunikasi antara perwakilan perusahaan dan massa menimbulkan ketegangan.
Sejumlah peserta aksi sempat berusaha melakukan tindakan terhadap perwakilan manajemen, tetapi situasi dapat diredam dan perwakilan perusahaan meninggalkan lokasi.
Massa setelah itu tetap mempertahankan pemalangan jalan hauling.
3. Bentrokan Pecah pada Siang Hari
Situasi berubah pada siang hari.
Laporan lapangan menyebut sekitar 40 WNA mendatangi lokasi massa aksi dengan membawa sejumlah benda seperti tongkat kayu dan benda tajam.
Dalam laporan tersebut disebutkan terjadi penyerangan terhadap massa aksi dan dua kendaraan milik peserta aksi mengalami kerusakan.
Masyarakat kemudian meninggalkan lokasi menuju arah perkampungan.
Petugas selanjutnya berupaya meminta masyarakat agar tidak melakukan aksi balasan dan tidak terprovokasi.
4. Masyarakat Kembali ke Lokasi
Situasi kembali meningkat setelah sejumlah masyarakat mendatangi lokasi.
Upaya untuk menenangkan kedua pihak dilakukan, tetapi kemudian terjadi saling serang antara kelompok masyarakat dan WNA menggunakan tongkat kayu, besi, serta benda tajam.
Masyarakat yang jumlahnya semakin bertambah kemudian melakukan serangan balik.
Dalam perkembangan tersebut, sejumlah alat berat dan fasilitas perusahaan mengalami perusakan dan pembakaran.
Kronologi tersebut merupakan keterangan dalam laporan lapangan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan rangkaian tindakan serta keterlibatan masing-masing pihak.
5. Lima Warga Dilaporkan Luka
Sebanyak lima warga dilaporkan mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Luka yang dilaporkan meliputi luka pada bagian kaki, tangan, lengan, serta memar dan goresan.
Data awal mencatat warga yang mengalami luka antara lain Dowir, Una, Jamil, Rinto, dan Herman.
Belum terdapat keterangan lebih lanjut dalam laporan mengenai kondisi medis maupun perawatan masing-masing korban.
6. Kendaraan dan Alat Berat Rusak
Laporan lapangan mencatat sejumlah kendaraan dan alat berat mengalami kerusakan maupun terbakar.
Dua kendaraan milik massa aksi yang dilaporkan rusak terdiri atas satu unit Gran Max putih dan satu unit Pajero putih.
Sementara aset perusahaan yang dilaporkan mengalami kerusakan atau terbakar meliputi:
2 unit excavator
5 unit mobil Hilux
2 unit grader
1 unit bomag
4 pos perusahaan
Sebagian kendaraan dan alat berat tersebut dilaporkan terbakar, sedangkan lainnya mengalami perusakan.
Nilai kerugian material belum disebutkan dalam laporan.
7. Massa Bergerak ke Kantor PT ASKON di Konawe Utara
Pada sore hari, masyarakat yang telah berkumpul bergerak menuju kantor PT ASKON di wilayah Kabupaten Konawe Utara.
Jumlah massa pada saat itu dilaporkan bertambah menjadi sekitar 100 orang.
Setibanya di lokasi, massa melakukan penyisiran dan terjadi perusakan terhadap kantor PT ASKON.
Laporan tidak merinci tingkat kerusakan pada bangunan maupun nilai kerugian akibat kejadian tersebut.
8. TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Berada di Lokasi
Menjelang malam, situasi di sekitar perempatan jalan hauling PT ASKON dilaporkan telah mereda.
Personel TNI-Polri bersama Pemerintah Kecamatan Sombori Kepulauan masih berada di lokasi untuk menenangkan masyarakat dan menjaga situasi.
Penanganan lebih lanjut masih diperlukan untuk mendalami rangkaian bentrokan, korban luka, kerusakan kendaraan dan fasilitas, serta keterlibatan pihak-pihak dalam kejadian tersebut.