PALU, SULTENGEASY – Penurunan intensitas curah hujan di kawasan Lembah Palu dan sekitarnya memicu peningkatan risiko kekeringan sekaligus kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) di Kota Palu dan Kabupaten Sigi memperketat langkah-langkah mitigasi preventif.
Karakteristik geografis Lembah Palu yang berada di daerah bayangan hujan menjadikan wilayah ini memiliki tingkat kelembapan udara yang relatif rendah saat memasuki periode kering. Vegetasi semak belukar dan ilalang di perbukitan kawasan Mantikulore, Kawatuna, Poboya, hingga perbatasan Sigi dilaporkan mulai mengering sehingga sangat mudah tersulut api.
Di Kabupaten Sigi, potensi kekeringan mengancam sektor pertanian sawah dan perkebunan warga di beberapa kecamatan dataran rendah, seperti Dolo, Sigi Biromaru, dan Marawola, seiring menyusutnya debit air irigasi sekunder.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama dan menghindari aktivitas yang memicu percikan api di area terbuka.
"Kami mengingatkan masyarakat dan para petani untuk sama sekali tidak membuka kebun atau membersihkan semak dengan cara dibakar. Dalam kondisi cuaca panas disertai embusan angin lembah yang cukup kencang, percikan api kecil bisa merembet cepat dalam hitungan menit dan sulit dikendalikan," terang pihak BPBD.
Selain ancaman kebakaran, BPBD telah menyiapkan skema mitigasi pasokan air bersih bagi wilayah pemukiman yang mulai mengalami penyusutan sumur bor dan air tanah, berkoordinasi dengan PDAM serta instansi terkait.
Senada dengan hal itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menegaskan kesiapan seluruh unit armada pemadam dan personel siaga 24 jam. Damkar meminta warga tidak sembarangan membuang puntung rokok di tepi jalan bersemak kering serta menghindari pembakaran sampah di pekarangan rumah saat siang hari terik.
Masyarakat yang melihat titik api atau asap mencurigakan di area lahan perbukitan diimbau untuk segera melapor ke posko pemadam kebakaran atau call center tanggap darurat terdekat agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sebelum api meluas.