PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa, 22 September 2026 didominasi berawan.

Berdasarkan prakiraan cuaca kabupaten dan kota yang ditampilkan BMKG, hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi.

Sementara itu, Kabupaten Parigi Moutong diprakirakan mengalami cuaca cerah.

Adapun Kabupaten Banggai, Poso, Tolitoli, Buol, Morowali, Banggai Kepulauan, Tojo Una-Una, Banggai Laut, Morowali Utara, serta Kota Palu secara umum diprakirakan berawan.

Suhu udara di wilayah Sulawesi Tengah pada hari ini bervariasi sekitar 16–34 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 47–99 persen, bergantung pada wilayah dan kondisi geografis masing-masing daerah.

Secara lebih rinci, BMKG mencatat prakiraan cuaca Selasa, 22 September 2026 sebagai berikut:

1. Banggai: berawan, 16–24 derajat Celsius.

2. Poso: berawan, 18–25 derajat Celsius.

3. Donggala: hujan ringan, 22–29 derajat Celsius.

4. Tolitoli: berawan, 24–32 derajat Celsius.

5. Buol: berawan, 21–34 derajat Celsius.

6. Morowali: berawan, 20–26 derajat Celsius.

7. Banggai Kepulauan: berawan, 24–29 derajat Celsius.

8. Parigi Moutong: cerah, 27–28 derajat Celsius.

9. Tojo Una-Una: berawan, 19–30 derajat Celsius.

10. Sigi: hujan ringan, 18–28 derajat Celsius.

11. Banggai Laut: berawan, 26–27 derajat Celsius.

12. Morowali Utara: berawan, 23–27 derajat Celsius.

13. Kota Palu: berawan, 22–32 derajat Celsius.

Meski prakiraan harian menunjukkan mayoritas wilayah berawan, masyarakat tetap perlu memperhatikan perubahan kondisi cuaca secara lokal.

Dalam prospek cuaca sepekan periode 22–28 September 2026, BMKG menyebut Sulawesi Tengah termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang pada periode 22–24 September 2026.

BMKG menjelaskan kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi El Niño kategori sangat kuat yang secara umum mengurangi potensi pembentukan awan hujan. Namun sejumlah dinamika atmosfer tetap dapat mendukung pertumbuhan awan hujan secara regional.

Masyarakat disarankan terus memperbarui informasi prakiraan dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG, terutama sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan atau perjalanan antardaerah.