PALU – Harga sejumlah bahan pangan di Sulawesi Tengah masih bergerak bervariasi menjelang akhir September 2026.
Komoditas yang paling menonjol adalah cabai rawit. Berdasarkan pemantauan di Pasar Inpres Manonda, Kota Palu, harga cabai rawit telah mencapai sekitar Rp130.000 per kilogram.
Sementara itu, data harga tingkat provinsi menunjukkan beras masih berada di kisaran Rp16 ribuan per kilogram dan daging ayam ras rata-rata sekitar Rp35 ribuan per kilogram.
Data terbaru yang tersedia memiliki waktu pembaruan berbeda pada masing-masing komoditas dan sumber, sehingga harga yang ditemui konsumen di pasar dapat berbeda.
1. Cabai Rawit di Palu Tembus Rp130 Ribu per Kg
Harga cabai rawit menjadi salah satu komoditas pangan yang mengalami kenaikan paling mencolok di Kota Palu.
Berdasarkan pemantauan di Pasar Inpres Manonda pada Sabtu, 26 September 2026, harga cabai rawit mencapai sekitar Rp130.000 per kilogram.
Pedagang menyebut kenaikan terjadi secara bertahap selama sekitar dua pekan.
Sebelumnya, harga cabai rawit berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, kemudian meningkat menjadi sekitar Rp70.000, Rp95.000, hingga akhirnya mencapai Rp130.000 per kilogram.
Terbatasnya pasokan dari daerah penghasil disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan tersebut.
Kondisi cuaca kering dan penurunan hasil panen di sejumlah daerah pemasok turut memengaruhi ketersediaan cabai yang masuk ke pasar.
2. Beras Sulawesi Tengah Sekitar Rp16.250 per Kg
Berdasarkan pembaruan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia pada Senin, 28 September 2026, harga rata-rata beras di pasar tradisional Sulawesi Tengah tercatat sekitar Rp16.250 per kilogram.
Angka tersebut merupakan rata-rata tingkat provinsi dan tidak menggambarkan harga satu jenis beras secara khusus.
Harga beras dapat berbeda berdasarkan kualitas, merek, jenis, serta lokasi pasar.
Beberapa kategori beras seperti kualitas bawah, medium, maupun super memiliki harga masing-masing yang dapat berada di bawah atau di atas rata-rata tersebut.
3. Rata-rata Daging Ayam Ras Sekitar Rp35.981 per Kg
Harga daging ayam ras tingkat konsumen di Sulawesi Tengah pada 28 September 2026 tercatat rata-rata sekitar Rp35.981 per kilogram.
Data yang dihimpun dari 13 kabupaten dan kota menunjukkan terdapat perbedaan harga cukup lebar antardaerah.
Kota Palu tercatat memiliki harga sekitar Rp42.500 per kilogram, sedangkan Kabupaten Poso sekitar Rp30.000 per kilogram.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa harga rata-rata provinsi tidak selalu sama dengan harga yang ditemui konsumen di pasar masing-masing daerah.
4. Bawang Merah Masih di Kisaran Rp41 Ribuan
Data PIHPS yang tersedia pada akhir pekan sebelumnya menunjukkan harga bawang merah ukuran sedang di Sulawesi Tengah sekitar Rp41.750 per kilogram.
Harga tersebut relatif tidak banyak berubah dibandingkan beberapa hari sebelumnya, meskipun sempat mengalami penurunan pada salah satu periode pemantauan.
Untuk komoditas lain seperti bawang putih, minyak goreng, telur ayam, gula pasir, dan daging sapi, pembaruan harga khusus Sulawesi Tengah tidak selalu tersedia pada waktu yang sama.
Karena itu, angka terakhir setiap komoditas perlu dibaca berdasarkan tanggal pembaruannya, bukan dianggap seluruhnya sebagai harga tepat pada 29 September 2026.
5. Gambaran Harga Pangan Terbaru di Sulteng
Berikut sejumlah harga terbaru yang dapat diverifikasi dari pembaruan akhir September 2026:
Cabai rawit di Pasar Inpres Manonda Palu: sekitar Rp130.000/kg
Beras rata-rata Sulawesi Tengah: sekitar Rp16.250/kg
Daging ayam ras rata-rata Sulawesi Tengah: sekitar Rp35.981/kg
Daging ayam ras di Kota Palu: sekitar Rp42.500/kg
Daging ayam ras di Kabupaten Poso: sekitar Rp30.000/kg
Bawang merah ukuran sedang: sekitar Rp41.750/kg
Harga tersebut berasal dari periode pembaruan berbeda antara 25–28 September 2026.
Dengan demikian, daftar ini lebih tepat digunakan sebagai gambaran perkembangan harga terkini, bukan patokan harga tunggal untuk seluruh pasar di Sulawesi Tengah.
6. Harga Bisa Berbeda di Setiap Pasar
Perbedaan harga bahan pangan dapat dipengaruhi oleh pasokan, biaya distribusi, jumlah stok, kualitas barang, hingga permintaan masyarakat.
Kondisi tersebut terlihat pada daging ayam, di mana harga antara Kota Palu dan Kabupaten Poso memiliki selisih cukup besar.
Situasi serupa dapat terjadi pada cabai, bawang, maupun komoditas pangan lainnya.
Untuk cabai rawit, terbatasnya pasokan menjadi perhatian karena kenaikan harga telah terjadi secara bertahap selama beberapa pekan terakhir.
Masyarakat dapat membandingkan harga di beberapa pasar serta memantau pembaruan melalui PIHPS Bank Indonesia, Panel Harga Pangan, dan informasi harga dari pemerintah daerah.
Perkembangan pasokan cabai menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan karena komoditas tersebut saat ini mengalami tekanan harga paling menonjol di Kota Palu.