POSO – Kebakaran lahan perkebunan terjadi di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Jumat, 25 September 2026 sekitar pukul 14.00 WITA.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare.
Area tersebut merupakan kebun warga yang ditanami sekitar 1.200 pohon kakao dan 200 pohon kelapa sawit.
1. Pemadaman Dimulai Pukul 14.10 WITA
Upaya pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 14.10 WITA setelah api masih terlihat menyala di sejumlah titik.
Penanganan melibatkan 4 personel Polri, 2 personel TNI, serta 13 warga Desa Sintuwulemba.
Petugas dan warga menggunakan tangki semprot bertenaga baterai, jeriken, serta peralatan sederhana untuk memadamkan api.
2. Akses Menuju Lokasi Cukup Sulit
Proses penanganan terkendala akses menuju lokasi kebakaran.
Untuk mencapai kawasan perkebunan, petugas harus melewati jembatan gantung yang tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dari jembatan tersebut, lokasi kebakaran masih berjarak sekitar 2 kilometer dan hanya dapat dijangkau menggunakan kendaraan roda dua atau berjalan kaki.
Kondisi tersebut membuat mobil pemadam tidak dapat mencapai langsung titik kebakaran.
3. Sekitar 1.400 Tanaman Berada di Area Terdampak
Lahan yang terbakar merupakan kebun produktif dengan sekitar 1.200 pohon kakao dan 200 pohon kelapa sawit.
Kerugian akibat kebakaran sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp20 juta.
Nilai tersebut masih merupakan perkiraan awal berdasarkan pendataan di lapangan.
4. Api Berhasil Dikendalikan Pukul 17.00 WITA
Setelah proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam, api secara keseluruhan berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.00 WITA.
Meski demikian, petugas masih menemukan asap dan bara sisa kebakaran di beberapa bagian lahan.
Pemantauan kemudian tetap dilakukan untuk mencegah bara kembali memicu api.
Dalam laporan yang diterima tidak disebutkan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat kejadian tersebut.
5. Penyebab Kebakaran Belum Diketahui
Laporan lapangan belum mencantumkan penyebab pasti kebakaran.
Karena itu, belum dapat disimpulkan aktivitas atau faktor yang memicu munculnya api di kawasan perkebunan tersebut.
Masyarakat di sekitar area perkebunan diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api, terutama ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi kering.