SIGI, SULTENG EASY – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Puncak Gunung Ranindi, Dusun I Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus dilakukan secara intensif. Sejak pertama kali dilaporkan terbakar pada Senin (19/10/2026) pagi, kobaran api tercatat telah menghanguskan sekitar 60 hektare area hutan lindung.
Titik api yang diduga bermula dari aktivitas masyarakat saat mengelola pohon damar tersebut merembet dengan cepat akibat kondisi musim kemarau (El Nino) dengan kelembapan udara rendah serta tiupan angin. Karakteristik lokasi di Puncak Ranindi yang didominasi pohon pinus, cemara, lahan gambut kering, serta tumpukan akar kayu dan dedaunan kering setebal 30 hingga 50 sentimeter membuat sisa bara api sangat mudah berkobar kembali.
Perjuangan Tim Gabungan Menembus Medan Terjal
Pada Kamis (22/10/2026), sebanyak 46 personel gabungan yang terdiri dari unsur BNPB/BPBD, Polres Sigi, Polsek Palolo, Polisi Kehutanan (Polhut), Manggala Agni, serta Kepala Desa Berdikari bersama 20 warga setempat kembali dikerahkan untuk melanjutkan pemadaman.
Perjalanan menuju titik api yang berjarak total sekitar 12 kilometer menjadi ujian fisik tersendiri bagi petugas dan warga. Akses jalan yang bisa dilalui kendaraan hanya sampai pada jarak 7 kilometer, sementara sisanya harus ditempuh dengan berjalan kaki menanjak selama kurang lebih tiga jam. Sepanjang perjalanan tersebut, tim bahu-membahu memikul peralatan pemadaman berupa satu unit mesin pompa (alkon), selang sepanjang 150 meter, terpal, serta sepuluh unit pompa punggung (jet shooter).
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api masih menyala di beberapa titik dan telah menjalar sekitar 50 meter dari titik awal kebakaran. Tim gabungan langsung berjibaku dan berhasil memadamkan sebagian titik api.
Namun, sejumlah titik api lainnya belum dapat dijangkau lantaran berada di medan yang sangat terjal serta jauh dari sumber mata air. Demi menjaga keselamatan personel dan menghindari risiko kecelakaan di medan ekstrem menjelang petang, tim ditarik mundur kembali ke posko konsolidasi.
Pemadaman Dilanjutkan, Butuh Dukungan Peralatan dan Personel
Berdasarkan hasil koordinasi di lapangan, operasi pemadaman kembali dilanjutkan pada Jumat (23/10/2026) pagi. Pihak BPBD Kabupaten Sigi juga telah mendirikan tenda posko di jalur menuju lokasi kebakaran yang difungsikan sebagai titik pemantauan serta patroli dampak kebakaran.
Mengingat luasnya area hutan lindung yang terbakar serta beratnya topografi Puncak Ranindi dengan keterbatasan alat saat ini, tim penanggulangan di Kabupaten Sigi sangat membutuhkan dukungan mendesak, di antaranya:
Tambahan dukungan personel gabungan, khususnya dari Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah selaku pemangku kawasan setempat, serta tambahan personel dan peralatan dari Manggala Agni.
Penambahan unit mesin pompa air dan pompa punggung (jet shooter).
Sarana bak penampungan air portabel serta tambahan selang air untuk menjangkau titik api di medan terjal.