PALU, SULTENG EASY – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kota Palu menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Titik Nol Kilometer, Jalan Hasanudin, Kota Palu, pada Rabu (28/10/2026) siang. Aksi penyampaian pendapat ini didominasi oleh kalangan akademisi, yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta Fakultas Ekonomi Universitas Tadulako.
Dalam aksi tersebut, demonstran menyuarakan tujuh tuntutan utama kepada pemerintah. Pada sektor lingkungan, massa mendesak agar pemerintah segera menetapkan darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai bencana nasional serta menghentikan masifnya ekspansi perkebunan sawit.
Isu kesejahteraan dan tata kelola pemerintahan juga menjadi sorotan utama. Demonstran meminta pemerintah segera merevisi kebijakan ekonomi untuk mengatasi krisis kesejahteraan rakyat. Selain itu, mereka menuntut adanya koreksi terhadap ketimpangan fiskal serta mendorong revisi undang-undang yang mengatur secara khusus tentang Provinsi Sulawesi Tengah. Massa turut menuntut penghentian praktik militerisme di ranah sipil dan mendesak pengembalian fungsi personel militer ke barak.
Kawal Demokrasi dan Hak Asasi Manusia
Lebih lanjut, massa aksi secara tegas menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk upaya perubahan atau amandemen UUD 1945 yang dinilai berpotensi mengancam iklim demokrasi di Indonesia. Mereka juga mendesak penghentian berbagai bentuk tindakan represif aparat di lapangan serta meminta pemerintah memulihkan anggaran perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM).
Di ranah kebebasan berekspresi, Aliansi Masyarakat Kota Palu menuntut adanya evaluasi terhadap kewenangan penurunan konten di ruang maya. Mereka mendorong transparansi moderasi digital, akuntabilitas kebijakan komunikasi, serta menuntut jaminan perlindungan bagi warga negara yang melayangkan kritik terhadap pemerintah.
Guna memastikan jalannya aksi unjuk rasa tetap kondusif dan tidak mengganggu ketertiban umum di pusat kota, pengamanan dari Kepolisian terpantau disiagakan untuk mengawal jalannya demonstrasi di sekitar Bundaran Titik Nol Kilometer Kota Palu.