PALU, SULTENG EASY – Aliansi Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu menggelar aksi penyampaian pendapat di area depan kampus yang berlokasi di Jalan Diponegoro, Kota Palu, pada Rabu (28/10/2026) sore.
Aksi unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 15.00 WITA tersebut diikuti oleh sekitar 50 orang massa. Dalam menyuarakan aspirasinya, para mahasiswa turut membawa sejumlah alat peraga berupa pengeras suara, spanduk, bendera, serta selebaran tuntutan.
Dalam aksi tersebut, demonstran menyuarakan empat poin tuntutan utama. Pada isu lingkungan dan kemanusiaan, massa mendesak pemerintah untuk segera menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan secara serius dan menindak tegas pihak korporasi maupun individu yang bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga menyerukan penghentian kekerasan terhadap rakyat sipil dan menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
Soroti Kelangkaan BBM dan Stabilitas Rupiah
Selain menyikapi krisis global dan lingkungan, massa mahasiswa juga menyoroti kondisi perekonomian di dalam negeri. Demonstran mendesak pemerintah untuk segera mencari solusi konkret guna mengatasi masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemerintah dituntut mampu menjamin kelancaran rantai distribusi serta memastikan ketepatan penyaluran BBM bersubsidi agar benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak.
Lebih lanjut, mahasiswa juga menuntut adanya langkah strategis dari pemerintah dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Intervensi kebijakan dinilai sangat krusial guna mengendalikan dampak pelemahan mata uang terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok, sehingga daya beli masyarakat tetap terlindungi di tengah ketidakpastian ekonomi.