PALU – Kota Palu, Sulawesi Tengah, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada Minggu, 27 September 2026.
Peringatan tahun ini mengusung tema Moving in Action, sebuah semangat yang diarahkan pada pelaksanaan program dan pembangunan melalui langkah nyata.
Usia 48 tahun dihitung sejak pembentukan Kota Administratif Palu pada 27 September 1978. Sejak saat itu, Palu berkembang menjadi pusat pemerintahan sekaligus ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.
1. Palu Berusia 48 Tahun
Sejarah resmi Pemerintah Kota Palu mencatat Kota Administratif Palu dibentuk pada 27 September 1978 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1978.
Pembentukannya dilaksanakan berdasarkan asas dekonsentrasi sebagaimana ketentuan pemerintahan daerah yang berlaku ketika itu.
Palu pada masa tersebut memiliki beberapa fungsi sekaligus, yakni sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah, ibu kota Kabupaten Donggala, serta pusat pemerintahan wilayah Kota Administratif Palu.
Palu juga tercatat sebagai kota kesepuluh di Indonesia yang ditetapkan pemerintah menjadi kota administratif.
Perjalanan pemerintahan kemudian berlanjut hingga Palu berkembang menjadi daerah otonom dan menjadi Kota Palu seperti yang dikenal saat ini.
2. Moving in Action Jadi Tema HUT ke-48
Pemerintah Kota Palu menetapkan Moving in Action sebagai tema besar HUT ke-48 tahun 2026.
Tema tersebut membawa pesan agar pembangunan tidak berhenti pada perencanaan dan wacana, tetapi bergerak menuju implementasi program.
Semangat itu juga dikaitkan dengan pelaksanaan program yang telah dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Pemerintah Kota Palu menjadikan momentum HUT sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pembangunan sekaligus mendorong keberlanjutan program yang langsung menyentuh masyarakat.
3. Perayaan Libatkan UMKM dan Masyarakat
Sejumlah kegiatan telah digelar menjelang puncak HUT ke-48 Kota Palu.
Salah satunya Night Market yang dibuka pada Jumat malam, 25 September 2026 di Jalan Moh. Yamin.
Kegiatan yang dikemas dalam konsep Car Free Night tersebut melibatkan sekitar 200 pelaku UMKM.
Selain menjadi bagian dari perayaan ulang tahun kota, kegiatan itu diarahkan untuk memberikan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha kecil untuk beraktivitas, berkreasi, serta memasarkan produknya.
Pemerintah Kota Palu juga menempatkan pertumbuhan UMKM sebagai bagian penting dalam menggerakkan perekonomian daerah.
4. Pasar Tani Hadirkan Lebih dari 50 Komoditas
Rangkaian HUT Kota Palu juga diisi dengan Pasar Tani yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026.
Lebih dari 50 jenis komoditas pertanian dan pangan segar dihadirkan dalam kegiatan tersebut.
Produk yang dijual antara lain cabai rawit, cabai merah, bawang merah, tomat, sayuran, serta berbagai hasil pertanian lokal lainnya.
Pasar Tani dirancang untuk mempertemukan petani atau produsen secara langsung dengan konsumen sehingga rantai distribusi menjadi lebih pendek.
Antusiasme masyarakat terlihat dari sejumlah komoditas yang terjual dalam waktu singkat. Cabai rawit yang disediakan sekitar 100 kilogram dilaporkan habis dibeli masyarakat.
5. Budaya hingga Kegiatan Sosial Warnai HUT Palu
Kegiatan budaya juga menjadi bagian dari perayaan HUT ke-48.
Sekitar 500 anak dari sejumlah taman kanak-kanak mengikuti Karnaval Budaya yang digelar pada Kamis, 24 September 2026.
Anak-anak tampil menggunakan beragam pakaian adat dan mengikuti rangkaian kegiatan yang ditujukan untuk mengenalkan keberagaman budaya sejak usia dini.
Rangkaian HUT tahun ini juga mencakup kegiatan sosial, salah satunya layanan operasi gratis bagi pasien celah bibir dan celah langit-langit melalui kerja sama Pemerintah Kota Palu dengan Yayasan Smile Train.
Palu Amateur Radio Festival 2026 turut digelar dengan mengangkat peran komunikasi radio, termasuk fungsi komunikasi dalam situasi kebencanaan.
6. Momentum Melihat Perjalanan Kota Palu
HUT ke-48 menjadi penanda perjalanan panjang Kota Palu sejak berstatus kota administratif pada 1978 hingga berkembang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, pendidikan, dan berbagai aktivitas masyarakat di Sulawesi Tengah.
Perjalanan Palu juga tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi pada 28 September 2018 yang menjadi bagian penting dalam sejarah modern kota ini.
Delapan tahun setelah bencana tersebut, pembangunan Kota Palu terus berjalan bersamaan dengan upaya memperkuat ketangguhan kota dan kehidupan masyarakat.
Pada usia ke-48, semangat Moving in Action menjadi pesan yang dibawa Pemerintah Kota Palu agar perencanaan pembangunan diterjemahkan menjadi program dan hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
Peringatan HUT Kota Palu tahun ini pun tidak hanya menjadi penanda bertambahnya usia kota, tetapi juga momentum untuk melihat kembali perjalanan Palu sejak 1978 serta arah pembangunan yang akan ditempuh pada tahun-tahun berikutnya.