POSO – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Pegunungan Hutan Kandela dan sekitarnya, Desa Tampemadoro, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali terpantau pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Api dilaporkan masih menyala di sejumlah titik setelah kebakaran di kawasan tersebut berlangsung hampir dua minggu.
Berdasarkan laporan lapangan, total area yang diperkirakan telah terdampak kebakaran mencapai sekitar 23 hektare.
1. Dua Titik Api Masih Terpantau
Pada Kamis pagi, api kembali terpantau di kawasan Pegunungan Hutan Kandela.
Terdapat dua titik kebakaran yang berada di bagian atas dan bawah kawasan pegunungan.
Api disebut merupakan kelanjutan kebakaran sebelumnya yang belum sepenuhnya padam dan masih menyisakan bara di sejumlah lokasi.
Pada pemantauan terbaru, area yang terbakar di sekitar titik api diperkirakan mencapai sekitar 3 hektare dan mulai mendekati kawasan perkebunan warga.
2. Sekitar 50 Warga Ikut Padamkan Api
Bhabinkamtibmas Desa Tampemadoro bersama sekitar 50 warga melakukan upaya pemadaman.
Warga dibagi menjadi dua kelompok untuk menangani titik kebakaran di bagian atas dan bawah kawasan Hutan Kandela.
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan sederhana berupa mesin semprot dan jeriken untuk membawa serta menyuplai air ke lokasi.
Upaya tersebut menghadapi kendala karena medan pegunungan yang ekstrem dan berjurang.
3. Lokasi Tidak Bisa Dijangkau Mobil Damkar
Lokasi kebakaran berada sekitar 1 kilometer dari akses yang dapat ditempuh kendaraan dan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Kondisi medan membuat kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat mencapai titik api.
Akibatnya, proses pemadaman lebih banyak mengandalkan warga dan petugas yang membawa perlengkapan secara manual menuju lokasi.
Kondisi tersebut juga membuat pemadaman bara maupun titik api yang berada di kawasan sulit dijangkau membutuhkan waktu lebih lama.
4. Total Area Terdampak Diperkirakan 23 Hektare
Laporan lapangan memperkirakan kebakaran di kawasan Desa Tampemadoro telah berlangsung hampir dua minggu.
Selama periode tersebut, total luas lahan yang terdampak diperkirakan telah mencapai sekitar 23 hektare.
Angka tersebut merupakan estimasi keseluruhan area yang terbakar selama rangkaian kejadian, sedangkan sekitar 3 hektare merupakan perkiraan area pada titik kebakaran yang dipantau dalam perkembangan terbaru.
Hingga laporan diterima, belum terdapat korban jiwa maupun kerugian material yang dilaporkan.
5. Api Mendekati Perkebunan Warga
Salah satu perhatian utama saat ini adalah posisi api yang mulai mendekati kawasan perkebunan masyarakat Desa Tampemadoro.
Warga masih berada di sekitar lokasi untuk menjaga agar api tidak merambat lebih jauh ke kebun maupun kawasan yang lebih dekat dengan permukiman.
Pemantauan dan pemadaman terus dilakukan pada titik-titik yang masih menyala.
6. Cuaca Kering dan Angin Diduga Mempercepat Penyebaran
Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, kondisi cuaca kering, angin, sisa bara, serta banyaknya ranting dan bambu kering diduga menjadi faktor yang membuat api kembali menyala dan sulit dipadamkan sepenuhnya.
Namun, penyebab awal kebakaran belum dipastikan dalam laporan tersebut.
Karena itu, kondisi musim kemarau dan vegetasi kering lebih tepat dipandang sebagai faktor yang dapat mempercepat penyebaran api, bukan sebagai kesimpulan mengenai sumber kebakaran.
7. Warga Diminta Tetap Waspada
Petugas bersama masyarakat masih melakukan upaya pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia.
Masyarakat juga diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Pemantauan masih dilakukan karena sejumlah titik api belum sepenuhnya padam dan kebakaran berpotensi merambat apabila kondisi angin dan vegetasi kering mendukung penyebaran api.