PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Sulawesi Tengah pada Kamis, 24 September 2026 secara umum didominasi berawan.

Berdasarkan prakiraan harian BMKG untuk 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, Kabupaten Poso menjadi wilayah yang diprakirakan mengalami hujan ringan.

Sementara Kota Palu dan 11 kabupaten lainnya secara umum diprakirakan berawan.

Berikut prakiraan cuaca Sulawesi Tengah pada Kamis, 24 September 2026:

1. Banggai: berawan, suhu 18–24 derajat Celsius.

2. Poso: hujan ringan, suhu 20–26 derajat Celsius.

3. Donggala: berawan, suhu 22–30 derajat Celsius.

4. Tolitoli: berawan, suhu 24–32 derajat Celsius.

5. Buol: berawan, suhu 22–34 derajat Celsius.

6. Morowali: berawan, suhu 18–26 derajat Celsius.

7. Banggai Kepulauan: berawan, suhu 24–29 derajat Celsius.

8. Parigi Moutong: berawan, suhu 27–29 derajat Celsius.

9. Tojo Una-Una: berawan, suhu 21–30 derajat Celsius.

10. Sigi: berawan, suhu 20–28 derajat Celsius.

11. Banggai Laut: berawan, suhu 26–27 derajat Celsius.

12. Morowali Utara: berawan, suhu 24–29 derajat Celsius.

13. Kota Palu: berawan, suhu 22–32 derajat Celsius.

Meski prakiraan harian menunjukkan sebagian besar wilayah berawan, BMKG pada Kamis pagi juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam pembaruan pukul 05.28 WITA, BMKG memperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi mulai sekitar pukul 05.40 WITA.

Wilayah yang disebut berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Toribulu dan Parigi Tengah di Kabupaten Parigi Moutong.

Potensi hujan juga dapat meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, yakni Labuan, Sindue, Sirenja, Balaesang, Tanantovea, Sindue Tombusabora, Sindue Tobata, dan Balaesang Tanjung.

Di Kabupaten Parigi Moutong, wilayah yang berpotensi terdampak perluasan hujan meliputi Parigi, Ampibabo, Kasimbar, Tinombo Selatan, Parigi Barat, Siniu, dan Parigi Utara.

Sementara di Kota Palu, potensi perluasan hujan disebut dapat mencapai wilayah Tawaeli.

BMKG memperkirakan kondisi tersebut masih dapat berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WITA.

Perbedaan antara prakiraan harian yang menunjukkan kondisi berawan dan peringatan hujan pada pagi hari bukan berarti informasi tersebut bertentangan.

Prakiraan harian menggambarkan kondisi cuaca yang dominan dalam satu hari di suatu kabupaten atau kota, sedangkan peringatan dini atau nowcasting digunakan untuk menggambarkan potensi cuaca ekstrem dalam waktu sangat singkat, sekitar 0–6 jam ke depan.

Karena itu, wilayah yang secara umum diprakirakan berawan tetap dapat mengalami hujan secara lokal pada waktu tertentu.

Masyarakat yang tinggal di wilayah yang baru mengalami hujan deras, banjir, atau longsor juga perlu meningkatkan kewaspadaan apabila hujan kembali turun.

Perhatian terutama diperlukan bagi masyarakat di sekitar aliran sungai, daerah rendah, lereng, dan jalan yang rawan longsor.

Pengguna jalan juga disarankan berhati-hati ketika melintas saat hujan deras karena jarak pandang dapat berkurang dan kondisi jalan dapat berubah dengan cepat.

Masyarakat dapat terus memantau pembaruan prakiraan serta peringatan dini melalui kanal resmi BMKG karena kondisi cuaca lokal dapat berubah dalam waktu singkat.