PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Sulawesi Tengah pada Rabu, 23 September 2026 didominasi berawan.
Berdasarkan prakiraan cuaca kabupaten dan kota yang ditampilkan BMKG, Kota Palu berpotensi mengalami hujan ringan dengan suhu udara sekitar 22–32 derajat Celsius.
Sementara 12 kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah secara umum diprakirakan berawan.
Berikut prakiraan cuaca Sulawesi Tengah pada Rabu, 23 September 2026:
1. Banggai: berawan, suhu 18–24 derajat Celsius.
2. Poso: berawan, suhu 19–25 derajat Celsius.
3. Donggala: berawan, suhu 23–30 derajat Celsius.
4. Tolitoli: berawan, suhu 24–32 derajat Celsius.
5. Buol: berawan, suhu 22–34 derajat Celsius.
6. Morowali: berawan, suhu 20–26 derajat Celsius.
7. Banggai Kepulauan: berawan, suhu 24–30 derajat Celsius.
8. Parigi Moutong: berawan, suhu 26–28 derajat Celsius.
9. Tojo Una-Una: berawan, suhu 21–29 derajat Celsius.
10. Sigi: berawan, suhu 19–27 derajat Celsius.
11. Banggai Laut: berawan, suhu 26–27 derajat Celsius.
12. Morowali Utara: berawan, suhu 25–27 derajat Celsius.
13. Kota Palu: hujan ringan, suhu 22–32 derajat Celsius.
Secara keseluruhan, suhu udara di Sulawesi Tengah pada hari ini diprakirakan berada pada kisaran 18–34 derajat Celsius dengan kelembapan yang bervariasi menurut wilayah.
Meski mayoritas kabupaten diprakirakan berawan, masyarakat tetap perlu memperhatikan kemungkinan perubahan cuaca secara lokal.
Dalam prospek cuaca Indonesia periode 22–28 September 2026, BMKG menyebut Sulawesi Tengah termasuk wilayah yang perlu mewaspadai peningkatan potensi hujan dengan intensitas sedang pada periode 22–24 September 2026.
BMKG menjelaskan dinamika atmosfer masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan secara regional meskipun kondisi iklim secara umum cenderung lebih kering akibat pengaruh El Niño.
Aktivitas atmosfer juga diprakirakan meningkatkan potensi konvektif di sebagian wilayah Sulawesi bagian tengah hingga selatan dan perairan di sekitarnya.
Karena itu, kondisi berawan dalam prakiraan harian tidak berarti hujan lokal sama sekali tidak mungkin terjadi.
Masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG, terutama apabila terlihat pertumbuhan awan gelap atau terjadi perubahan cuaca dengan cepat.
BMKG juga mengingatkan bahwa musim kemarau masih berlangsung di banyak wilayah. Masyarakat perlu tetap mewaspadai kondisi kering dan potensi kebakaran hutan dan lahan, sekaligus mengantisipasi hujan lokal yang dapat muncul pada waktu tertentu.