JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Senin (14/9/2026), bertepatan dengan pergantian Menteri Keuangan dari Purbaya Yudhi Sadewa kepada Suahasil Nazara.

Rupiah di pasar spot ditutup pada level Rp17.669 per dolar AS, melemah 58 poin atau sekitar 0,33 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.611 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga bergerak melemah ke Rp17.635 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.611.

Pada hari yang sama, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Meski terjadi pada hari yang sama, pelemahan rupiah tidak dapat langsung disimpulkan sebagai akibat pergantian Menteri Keuangan.

Sejumlah analis sebelumnya menilai tekanan terhadap rupiah turut berasal dari faktor eksternal, terutama ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, penguatan dolar AS, kenaikan harga minyak, serta ketegangan geopolitik global.

Di sisi lain, penunjukan Suahasil mendapat perhatian positif dari sejumlah analis pasar karena latar belakangnya sebagai teknokrat dan pengalamannya dalam pengelolaan kebijakan fiskal.

Suahasil menegaskan akan menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta mempertahankan defisit fiskal di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto.

Komitmen tersebut menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan pelaku pasar dalam menilai kesinambungan kebijakan fiskal pemerintah.

Pergerakan rupiah setelah pergantian Menteri Keuangan tetap akan dipengaruhi banyak faktor, mulai dari komunikasi kebijakan pemerintah, keputusan Bank Indonesia, arah suku bunga The Fed, pergerakan harga minyak, hingga sentimen investor global.

Karena itu, perkembangan kurs dalam beberapa sesi perdagangan berikutnya akan menjadi indikator yang lebih relevan untuk melihat bagaimana pasar merespons kepemimpinan baru di Kementerian Keuangan.