PALU – Mengunjungi destinasi wisata tidak hanya memerlukan rencana tempat yang ingin didatangi.

Kondisi cuaca, akses perjalanan, aturan destinasi, hingga fasilitas keselamatan juga perlu diperhatikan sebelum berangkat.

Persiapan menjadi semakin penting untuk wisata alam seperti pantai, pegunungan, air terjun, dan kawasan konservasi karena kondisi lapangan dapat berubah.

Berikut sejumlah hal yang perlu diperiksa sebelum melakukan perjalanan wisata:

1. Periksa kondisi destinasi

Pastikan destinasi yang ingin dikunjungi sedang dibuka untuk wisatawan.

Jam operasional, pembatasan pengunjung, penutupan sementara, maupun perubahan akses dapat terjadi karena cuaca, pemeliharaan, bencana, atau kebijakan pengelola.

Gunakan informasi dari pengelola destinasi, pemerintah daerah, atau kanal resmi pariwisata.

2. Periksa prakiraan cuaca

Cuaca dapat memengaruhi keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

Sebelum berangkat, periksa prakiraan cuaca BMKG untuk lokasi yang akan dikunjungi.

Perhatikan pula peringatan dini mengenai hujan lebat, petir, angin kencang, gelombang tinggi, atau kondisi cuaca lain yang dapat memengaruhi perjalanan.

3. Jangan hanya melihat cuaca di tempat keberangkatan

Kondisi cuaca di lokasi wisata dapat berbeda dengan daerah asal.

Hal tersebut terutama perlu diperhatikan ketika tujuan berada di pegunungan, pesisir, pulau, atau daerah yang berjarak cukup jauh.

4. Periksa akses menuju lokasi

Cari tahu kondisi jalan, transportasi umum, jadwal kapal, penyeberangan, atau sarana lain yang digunakan menuju destinasi.

Untuk lokasi terpencil, pastikan kendaraan dan bahan bakar mencukupi.

5. Periksa harga tiket dari sumber resmi

Harga tiket masuk dan biaya layanan sebaiknya diperiksa melalui pengelola atau kanal resmi.

Informasi lama yang beredar di media sosial atau internet belum tentu masih berlaku.

6. Perhatikan sistem reservasi

Sebagian destinasi menerapkan reservasi daring atau pembatasan jumlah pengunjung.

Pastikan pemesanan dilakukan melalui kanal yang benar dan hindari memberikan data pribadi atau pembayaran melalui pihak yang tidak jelas.

7. Pahami karakter destinasi

Pantai, pegunungan, sungai, air terjun, dan kawasan konservasi memiliki risiko yang berbeda.

Persiapan perlengkapan perlu disesuaikan dengan karakter lokasi dan aktivitas yang akan dilakukan.

8. Ikuti papan keselamatan dan jalur evakuasi

Perhatikan papan peringatan, batas aman, jalur keluar, titik kumpul, dan jalur evakuasi yang tersedia.

Kementerian Pariwisata memasukkan kejelasan jalur evakuasi sebagai bagian penting dari kesiapan keselamatan destinasi.

9. Jangan melewati area yang dilarang

Pagar, tali pembatas, papan larangan, atau instruksi petugas biasanya dipasang karena terdapat risiko tertentu.

Melewati pembatas demi mendapatkan lokasi foto yang lebih menarik dapat meningkatkan risiko kecelakaan.

10. Patuhi arahan petugas atau pemandu

Pada destinasi tertentu, pengunjung diwajibkan mengikuti pemandu, ranger, atau petugas.

Arahan tersebut dapat berkaitan dengan kondisi medan, satwa, cuaca, arus, atau kawasan yang tidak aman untuk dimasuki.

11. Gunakan perlengkapan sesuai aktivitas

Aktivitas di air memerlukan perlengkapan yang berbeda dengan trekking atau perjalanan ke pegunungan.

Gunakan alas kaki, pakaian, pelampung, helm, atau perlengkapan lain sesuai kebutuhan dan aturan destinasi.

12. Jangan memaksakan aktivitas saat kondisi berubah

Hujan deras, peningkatan debit air, gelombang besar, petir, kabut tebal, atau angin kencang dapat mengubah kondisi lokasi dalam waktu singkat.

Jika petugas menghentikan aktivitas atau meminta pengunjung meninggalkan area, ikuti arahan tersebut.

13. Perhatikan keselamatan saat berada di pantai

Jangan menganggap kondisi laut aman hanya karena cuaca terlihat cerah.

Arus, gelombang, dan perubahan pasang surut tetap perlu diperhatikan.

Hindari berenang di area yang telah diberi larangan atau peringatan.

14. Berhati-hati di sungai dan air terjun

Hujan di bagian hulu dapat meningkatkan debit sungai meskipun lokasi wisata sedang tidak diguyur hujan.

Jika air tiba-tiba berubah keruh, meningkat, atau arus semakin kuat, segera menjauh ke tempat yang lebih aman.

15. Perhatikan kondisi saat wisata pegunungan

Perubahan suhu, hujan, kabut, medan licin, dan keterbatasan komunikasi dapat menjadi risiko pada kawasan pegunungan.

Gunakan jalur resmi dan hindari memasuki rute yang tidak dikenal tanpa persiapan.

16. Jaga komunikasi

Pastikan telepon memiliki daya yang cukup.

Untuk perjalanan ke lokasi yang jauh dari permukiman, informasikan tujuan dan perkiraan waktu kembali kepada keluarga atau orang lain.

17. Simpan nomor darurat

Portal resmi pariwisata Indonesia mencantumkan sejumlah nomor kedaruratan nasional, antara lain 110 untuk kepolisian, 119 untuk kedaruratan medis, dan 115 untuk pencarian dan pertolongan Basarnas.

Layanan 112 juga tersedia sebagai nomor panggilan darurat di daerah yang telah menerapkan layanan tersebut.

18. Ketahui lokasi fasilitas kesehatan terdekat

Untuk destinasi yang jauh dari pusat kota, mengetahui lokasi puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas kesehatan terdekat dapat membantu ketika terjadi keadaan darurat.

19. Jaga kebersihan dan lingkungan

Jangan meninggalkan sampah, merusak fasilitas, mengambil bagian dari kawasan konservasi, atau mengganggu satwa.

Keselamatan wisata juga berkaitan dengan kelestarian lingkungan dan kondisi destinasi.

20. Hormati aturan dan masyarakat setempat

Setiap daerah dapat memiliki adat, aturan, atau batas tertentu yang perlu dihormati.

Wisatawan sebaiknya mengikuti petunjuk pengelola serta menghormati kehidupan masyarakat sekitar.

21. Gunakan informasi resmi ketika terjadi keadaan darurat

Jika terjadi gempa, cuaca ekstrem, bencana, gangguan transportasi, atau kondisi lain yang memengaruhi perjalanan, gunakan informasi dari instansi resmi.

BMKG menyediakan informasi cuaca dan gempa, BNPB menyediakan perkembangan bencana, sedangkan informasi pencarian dan pertolongan dapat diperoleh melalui Basarnas.

22. Jangan memaksakan perjalanan

Rencana wisata dapat diubah apabila kondisi keselamatan tidak mendukung.

Menunda perjalanan lebih baik dibanding memaksakan aktivitas ketika akses, cuaca, atau kondisi destinasi dinyatakan berisiko.

Persiapan sebelum berwisata tidak harus rumit.

Memeriksa kondisi destinasi, cuaca, akses, perlengkapan, serta informasi keselamatan sudah dapat mengurangi berbagai risiko yang mungkin muncul selama perjalanan.

Wisata yang baik bukan hanya tentang mencapai lokasi tujuan, tetapi juga memastikan perjalanan dapat dilakukan dengan aman, menghormati aturan, dan menjaga lingkungan yang dikunjungi.