MOROWALI – Sekitar 40 orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Desa Lahuafu bersama Pemerintah Desa Lahuafu menggelar aksi unjuk rasa di PT Run Bang Indonesia (RBI), Desa Lahuafu, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Kamis, 24 September 2026.

Aksi dimulai setelah massa berkumpul di Lapangan Desa Lahuafu sekitar pukul 08.12 WITA.

Sekitar pukul 08.27 WITA, massa bergerak menuju lokasi PT RBI dan tiba sekitar pukul 08.40 WITA.

Massa kemudian melakukan orasi dan membacakan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan.

Aksi dipimpin Hamsin Syaharudin sebagai koordinator lapangan, sementara Plt. Kepala Desa Lahuafu Muhtar Sahali disebut sebagai penanggung jawab kegiatan.

Dalam aksinya, massa membawa spanduk bertuliskan “Kami Butuh Udara yang Bersih Bebas Polusi” dan “Save Lahuafu”.

Massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada PT RBI.

Mereka menuntut perusahaan merealisasikan kewajiban CSR yang menurut massa belum diselesaikan, sekaligus meminta peningkatan anggaran CSR.

Massa juga meminta perusahaan menangani persoalan debu yang mereka nilai berdampak terhadap masyarakat sekitar.

Selain itu, pengunjuk rasa meminta pengelolaan abu batu dikembalikan kepada desa.

Massa turut menuntut penerimaan tenaga kerja lokal mengikuti komposisi yang mereka sebut telah disepakati sebelumnya, yakni 70 persen pekerja lokal dan 30 persen pekerja dari luar.

Tuntutan tersebut merupakan pernyataan massa aksi dan belum menjadi kesimpulan mengenai pelaksanaan kewajiban maupun kebijakan perusahaan.

Sekitar pukul 09.10 WITA, massa melakukan pemalangan jalan hauling perusahaan menggunakan bambu dan batang kelapa serta memasang spanduk di lokasi.

Sekitar pukul 10.20 WITA, sebagian besar peserta meninggalkan area perusahaan. Sekitar 7 orang masih bertahan untuk menjaga palang jalan hauling.

Kegiatan aksi kemudian berakhir sekitar pukul 11.35 WITA.

Meski massa telah membubarkan diri, pemalangan jalan hauling tetap dilakukan sambil menunggu tindak lanjut dari pihak manajemen PT RBI.

Berdasarkan laporan lapangan, pemalangan tersebut menyebabkan aktivitas perusahaan untuk sementara tidak beroperasi.

Tidak disebutkan adanya bentrokan maupun korban dalam aksi tersebut.

Dalam laporan yang diterima, tidak terdapat keterangan mengenai adanya perwakilan manajemen perusahaan yang memberikan tanggapan langsung terhadap tuntutan massa selama aksi berlangsung.

Karena itu, belum terdapat keterangan dari PT RBI mengenai tuntutan CSR, keluhan debu, pengelolaan abu batu, maupun komposisi penerimaan tenaga kerja yang disampaikan pengunjuk rasa.

Perkembangan berikutnya akan bergantung pada komunikasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pihak perusahaan terkait tuntutan yang telah disampaikan.