JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan sejumlah pembaruan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG, mulai dari digitalisasi pengawasan menu hingga pengetatan standar dapur.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah Radar MBG, portal digital yang memungkinkan masyarakat memantau pelaksanaan program secara lebih terbuka.

Melalui Radar MBG, orang tua, guru, kepala sekolah, pemerintah daerah, dan dinas terkait dapat melihat sekolah penerima MBG, menu yang disajikan, foto makanan, kandungan gizi, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG yang memproduksi makanan.

BGN menyebut sekitar 85 persen SPPG telah melakukan pelaporan secara digital dan mendorong seluruh dapur MBG untuk melaporkan proses produksinya secara lebih konsisten.

Selain Radar MBG, BGN juga telah meluncurkan aplikasi Reviu MBG untuk memperkuat pengawasan kualitas makanan secara langsung.

Aplikasi tersebut memungkinkan pihak penerima manfaat memberikan penilaian terhadap makanan yang diterima, sehingga keluhan atau persoalan mutu dapat lebih cepat teridentifikasi.

Upaya penguatan MBG juga dilakukan melalui pemutakhiran sasaran penerima.

Pada 10 September 2026, BGN mengumumkan pengeluaran 1.653 satuan pendidikan dari daftar penerima manfaat. Mayoritas disebut merupakan sekolah yang relatif mandiri secara finansial, termasuk sejumlah sekolah bertaraf internasional.

BGN kemudian mengarahkan perluasan program ke wilayah dengan tingkat kebutuhan lebih tinggi, termasuk daerah terdepan, terluar dan tertinggal atau 3T serta wilayah dengan angka stunting tinggi.

Di sisi keamanan pangan, BGN juga memperketat persyaratan operasional SPPG.

Sebanyak 1.999 dapur MBG ditutup sementara pada awal September karena belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi atau SLHS.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan dapur yang melayani program memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi sebelum kembali beroperasi.

Digitalisasi juga diterapkan pada pengelolaan anggaran.

Dana operasional MBG disalurkan melalui virtual account khusus untuk setiap SPPG yang terhubung dengan bank Himbara. Skema ini digunakan untuk memperkuat pencatatan dan pengawasan transaksi program.

Rangkaian pembaruan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan MBG tidak hanya difokuskan pada distribusi makanan, tetapi juga pada transparansi menu, keamanan pangan, ketepatan sasaran, pengawasan keuangan, dan evaluasi kualitas layanan.

Efektivitas berbagai mekanisme tersebut tetap bergantung pada konsistensi penerapan di lapangan, kelengkapan pelaporan, serta tindak lanjut terhadap temuan dan keluhan dari penerima manfaat.