JAKARTA – Pengguna WhatsApp yang ingin keluar dari sebuah grup tidak lagi harus membuat seluruh anggota menerima pemberitahuan di ruang percakapan.

WhatsApp menyediakan fitur Leave Groups Silently yang memungkinkan pengguna meninggalkan grup secara lebih privat. Ketika seseorang keluar, pemberitahuan mengenai keluarnya anggota tersebut hanya ditampilkan kepada admin grup.

Fitur ini sebenarnya bukan layanan yang baru diluncurkan pada 2026. Meta memperkenalkannya sejak Agustus 2022 sebagai bagian dari peningkatan privasi WhatsApp dan fitur tersebut masih tersedia hingga saat ini.

Sebelumnya, saat anggota meninggalkan grup, pemberitahuan akan muncul di dalam percakapan dan dapat dilihat oleh seluruh anggota. Dengan sistem yang berlaku sekarang, notifikasi tersebut tidak lagi diberikan kepada semua orang.

Cara keluar dari grup WhatsApp:

1. Buka WhatsApp dan masuk ke grup yang ingin ditinggalkan.

2. Ketuk nama grup untuk membuka Info grup.

3. Gulir ke bagian bawah.

4. Pilih Keluar dari grup.

5. Konfirmasi pilihan untuk meninggalkan grup.

Meski dapat keluar tanpa notifikasi kepada seluruh anggota, fitur ini tidak membuat keberadaan pengguna yang telah keluar benar-benar tersembunyi.

WhatsApp menjelaskan nama profil dan nomor telepon pengguna yang telah meninggalkan grup dapat muncul dalam daftar Anggota sebelumnya pada halaman Info grup. Informasi tersebut dapat dilihat anggota grup hingga 60 hari setelah pengguna keluar.

Dengan demikian, istilah “keluar diam-diam” lebih tepat berarti tidak ada pemberitahuan langsung kepada seluruh anggota di ruang percakapan, bukan berarti anggota lain sama sekali tidak dapat mengetahui bahwa seseorang telah keluar.

Bagi pengguna yang menjadi satu-satunya admin dan kemudian meninggalkan grup, WhatsApp dapat memilih anggota lain untuk menjadi admin baru.

Fitur tersebut menjadi salah satu dari sejumlah kontrol privasi yang disediakan WhatsApp untuk memberikan pengguna lebih banyak pilihan dalam mengatur aktivitasnya di dalam grup.