JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dibuka pada level Rp17.640 per dolar AS pada perdagangan Selasa (15/9/2026).

Berdasarkan data pasar USD/IDR, rupiah kemudian bergerak melemah pada awal perdagangan. Sekitar pukul 09.05 WIB, dolar AS berada di kisaran Rp17.668,2 atau naik sekitar 0,16 persen dari level pembukaan.

Sepanjang perdagangan pagi hingga waktu tersebut, pasangan USD/IDR bergerak dalam rentang sekitar Rp17.636,6 hingga Rp17.668,2.

Pergerakan rupiah hari ini berlangsung ketika pelaku pasar mencermati sejumlah faktor eksternal, terutama arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve.

Pasar juga masih memperhatikan perkembangan harga minyak dunia dan kondisi geopolitik yang dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar AS serta mata uang negara berkembang.

Dari dalam negeri, perhatian turut tertuju pada arah kebijakan fiskal pemerintah setelah Suahasil Nazara resmi menjabat sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil telah menyampaikan komitmen menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta mempertahankan defisit fiskal di bawah batas 3 persen terhadap produk domestik bruto.

Kepastian arah kebijakan fiskal, komunikasi pemerintah, pergerakan dolar AS, harga energi, serta keputusan Federal Reserve akan menjadi beberapa faktor yang diperhatikan pasar dalam melihat pergerakan rupiah selanjutnya.

Nilai tukar masih dapat berubah sepanjang perdagangan sehingga posisi pada pagi hari belum mencerminkan kurs penutupan rupiah pada Selasa.