JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menjadi salah satu instrumen strategis pemerintah dalam mendorong Indonesia menuju negara maju melalui pengelolaan aset negara, investasi, hilirisasi, dan penguatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Danantara dibentuk untuk mengonsolidasikan dan mengelola kekayaan serta aset negara agar lebih produktif dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto menempatkan Danantara bukan sekadar sebagai lembaga investasi, tetapi sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional dan penguatan kemandirian ekonomi Indonesia.

Dalam arah kebijakan tersebut, pengelolaan kekayaan negara didorong untuk menghasilkan nilai tambah, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industrialisasi, dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Investasi Danantara diarahkan pada berbagai sektor strategis, termasuk hilirisasi mineral, energi, pangan, teknologi, pusat data, petrokimia, akuakultur, dan energi terbarukan.

Pemerintah juga mendorong BUMN agar tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi menjadi aset nasional yang berperan dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.

Pada 2026, peran Danantara terus diperkuat. Presiden menyebut pengelolaan aset negara melalui Danantara harus dilakukan secara tertib, terukur, efisien, dan produktif agar menjadi kekuatan ekonomi bagi generasi mendatang.

Danantara juga diposisikan sebagai salah satu penggerak investasi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6 persen pada 2027, dengan investasi didorong tumbuh hingga 7 persen.

Dalam strategi tersebut, pemerintah berperan sebagai katalis, sektor swasta menjadi motor investasi, sedangkan Danantara diarahkan berkontribusi pada investasi sektor strategis dan hilirisasi.

Selain investasi di dalam negeri, Danantara juga membuka ruang kerja sama dengan investor global. Pemerintah ingin Indonesia tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi mampu menjadi mitra yang setara dalam pengembangan industri masa depan.

Seluruh strategi tersebut diarahkan pada tujuan yang lebih luas, yakni memperkuat kemandirian ekonomi, meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.

Tata kelola menjadi bagian penting dalam pencapaian tujuan tersebut. Pemerintah menekankan Danantara harus dikelola secara transparan, profesional, hati-hati, dan dapat diaudit agar kekayaan negara yang dikelola memberikan manfaat berkelanjutan.

Dengan pengelolaan investasi dan aset negara yang produktif, Danantara diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dalam perjalanan Indonesia menuju negara maju.