JAKARTA – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (17/9/2026).

Pada pembukaan perdagangan pagi, rupiah berada di level Rp17.739 per dolar AS. Posisi tersebut melemah 43 poin atau 0,24 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya sebesar Rp17.696 per dolar AS.

Pergerakan rupiah masih berada dalam tekanan sepanjang perdagangan. Sekitar pukul 11.40 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp17.753 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan, rupiah berada di posisi Rp17.753 per dolar AS, melemah 57 poin atau sekitar 0,32 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya.

Berikut pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada Kamis, 17 September 2026:

1. Penutupan 16 September = Rp17.696/US$

2. Pembukaan 17 September = Rp17.739/US$

3. Sekitar pukul 11.40 WIB = Rp17.753/US$

4. Penutupan 17 September = Rp17.753/US$

5. JISDOR Bank Indonesia = Rp17.753/US$

Bank Indonesia menetapkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada 17 September 2026 sebesar Rp17.753 per dolar AS. Angka tersebut naik dari JISDOR 16 September yang berada di Rp17.712 per dolar AS.

Dengan demikian, JISDOR mengalami kenaikan Rp41 dalam sehari, yang menunjukkan pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS.

Sementara itu, Kurs Transaksi Bank Indonesia pada 17 September mencatat kurs jual dolar AS sebesar Rp17.800,56 dan kurs beli sebesar Rp17.623,44.

Perbedaan antara kurs pasar, JISDOR, serta kurs jual dan beli Bank Indonesia merupakan hal yang wajar karena masing-masing memiliki fungsi dan metode pencatatan berbeda.

JISDOR merupakan harga spot USD/IDR yang disusun Bank Indonesia berdasarkan transaksi valuta asing antarbank. Data transaksi dikumpulkan pada pukul 09.00 hingga 15.00 WIB dan diumumkan setiap hari kerja sekitar pukul 15.15 WIB.