SIGI, SULTENG EASY – Sedikitnya 10 hektare lahan perkebunan warga di lereng perbukitan perbatasan antara Dusun I Desa Sambo dan Dusun III Desa Wisolo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, hangus dilalap api pada Sabtu (31/10/2026). Kebakaran lahan ini menghanguskan tanaman produktif berupa kelapa dan cokelat (kakao).
Berdasarkan kronologi kejadian, titik api pertama kali terpantau oleh warga sekitar pukul 11.30 WITA di area perbukitan Dusun I, berjarak sekitar 100 meter di belakang Masjid Desa Sambo. Kondisi dedaunan yang mengering membuat api dengan cepat merembet dan membakar area perkebunan.
Merespons temuan tersebut, Kepala Desa Sambo, Sarman L. Latani, memimpin warganya melakukan upaya pemadaman awal dengan alat seadanya. Namun, kencangnya tiupan angin ke arah selatan membuat api mulai mendekati batas perkebunan Dusun III, Desa Wisolo. Sarman pun bergegas menghubungi Kepala Desa Wisolo, Moh. Amin, untuk berkoordinasi.
Lonceng Gereja Dibunyikan sebagai Tanda Bahaya
Mengantisipasi kobaran api yang semakin mendekati area permukiman, Kepala Desa Wisolo mengambil tindakan cepat dengan memerintahkan aparatnya membunyikan lonceng gereja di Dusun III pada pukul 12.30 WITA. Bunyi lonceng tersebut difungsikan sebagai alarm early warning untuk mengumpulkan massa.
Warga yang berkumpul kemudian dipimpin langsung oleh Moh. Amin untuk melokalisir api menggunakan alat tangki semprot pertanian (pemadam mandiri). Prioritas pemadaman difokuskan pada area perkebunan yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari permukiman Bantuan menyusul dengan hadirnya tim petugas yang membawa peralatan jet shooter untuk melakukan pemadaman.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa karhutla ini. Meski demikian, luas lahan produktif yang terbakar diestimasi mencapai 10 hektare dengan total kerugian materiil ditaksir sekitar Rp75.000.000 (tujuh puluh lima juta rupiah).