BANGGAI KEPULAUAN – Kebakaran lahan terjadi di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, Minggu, 27 September 2026.
Kebakaran yang diketahui sekitar pukul 12.50 WITA tersebut melanda lahan milik warga dengan luas area terdampak sekitar 20 m².
Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Berdasarkan pendataan awal, kebakaran juga tidak menimbulkan kerugian material.
1. Api Diduga Berawal dari Pembakaran Sampah
Berdasarkan keterangan awal, kejadian diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah berupa kain di belakang tempat usaha jahit sekitar pukul 10.00 WITA.
Setelah pembakaran selesai, api telah disiram dan dianggap padam. Warga yang melakukan pembakaran kemudian meninggalkan lokasi untuk makan dan melaksanakan ibadah.
Tidak lama kemudian, muncul informasi bahwa api di belakang tempat usaha tersebut kembali membesar.
Dugaan sementara, masih terdapat bara dari sisa pembakaran yang kembali menyala dan kemudian merambat ke lahan di sekitarnya.
Penyebab tersebut masih berdasarkan keterangan awal dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan sumber kebakaran.
2. Asap Tebal Terlihat dari Lokasi
Seorang warga yang mengetahui kejadian melihat asap cukup tebal dari area tersebut.
Ia kemudian berusaha melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia sebelum bantuan lainnya tiba.
Petugas pemadam kebakaran, aparat keamanan, dan masyarakat Desa Baka selanjutnya bersama-sama melakukan upaya pemadaman agar api tidak merambat lebih luas.
Penanganan melibatkan 12 petugas pemadam kebakaran, 6 personel kepolisian, serta sekitar 15 warga Desa Baka.
3. Api Padam Sekitar Pukul 13.40 WITA
Upaya pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 13.40 WITA.
Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sebelum menjalar ke area yang lebih luas.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 20 m². Tidak terdapat korban jiwa, korban luka, maupun kerugian material berdasarkan pendataan awal.
4. Warga Diingatkan Pastikan Sisa Pembakaran Benar-benar Padam
Petugas melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi di sekitar lokasi untuk memastikan penyebab kebakaran.
Kejadian tersebut sekaligus menjadi pengingat mengenai risiko pembakaran sampah maupun material yang mudah terbakar di ruang terbuka.
Bara yang terlihat telah padam dapat kembali menyala apabila masih menyimpan panas, terutama ketika berada di dekat rumput, semak, atau material kering lainnya.
Masyarakat diimbau tidak meninggalkan aktivitas pembakaran tanpa pengawasan dan memastikan seluruh api serta bara benar-benar padam untuk mencegah kebakaran merambat ke lahan di sekitarnya.