BANGGAI KEPULAUAN – Kebakaran lahan perkebunan di Desa Sampaka, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, masih berlangsung hingga Jumat, 2 Oktober 2026.
Luas area yang telah terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30–40 hektare.
Upaya pemadaman dilakukan oleh masyarakat, pemerintah desa, dan personel kepolisian, namun sejumlah titik api masih menyala hingga laporan diterima.
1. Kebakaran Diketahui Sejak 29 September
Berdasarkan keterangan saksi, kebakaran pertama kali diketahui pada Selasa, 29 September 2026 sekitar pukul 19.45 WITA di kawasan perkebunan Desa Sampaka.
Salah satu lahan yang terdampak diketahui merupakan kebun milik warga yang berdomisili di Desa Batang Babasal, Kecamatan Totikum.
Setelah mengetahui adanya kebakaran, saksi kemudian menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat Desa Sampaka.
2. Warga Mulai Padamkan Api Keesokan Hari
Pada Rabu pagi, masyarakat mulai melakukan upaya pemadaman terhadap lahan yang terbakar.
Menjelang sore, api sempat dapat dikendalikan.
Namun, pemadaman belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat bara pada akar dan batang pohon mati.
Memasuki malam hari, kegiatan pemadaman dihentikan.
3. Api Kembali Membesar pada 2 Oktober
Pada Jumat, 2 Oktober 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, diperoleh informasi bahwa kebakaran telah meluas.
Menjelang siang, api dilaporkan semakin membesar sehingga masyarakat kembali melakukan pemadaman.
Personel Polsek Totikum kemudian mendatangi lokasi pada sore hari dan ikut membantu proses pemadaman.
Hingga laporan terakhir diterima, titik api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
4. Luas Area Terbakar Diperkirakan 30–40 Hektare
Berdasarkan pemantauan sementara, luas lahan yang telah terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 hingga 40 hektare.
Area yang terbakar sebagian besar masih berupa semak belukar.
Tidak terdapat korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Kerugian material juga belum dilaporkan karena lokasi yang terbakar masih didominasi semak dan lahan kosong perkebunan.
5. Sekitar 50 Warga Ikut Pemadaman
Upaya pemadaman melibatkan sekitar 50 orang dari Pemerintah Desa Sampaka dan masyarakat.
Satu personel Polri juga berada di lokasi membantu proses pemadaman.
Pemadaman dilakukan terhadap titik-titik api yang masih aktif untuk mencegah kebakaran terus meluas ke lahan perkebunan lainnya.
6. Asal Titik Api Masih Perlu Dipastikan
Menurut keterangan awal saksi, api diperkirakan berasal dari kawasan perkebunan di sekitar Desa Abason atau Desa Lopito, Kecamatan Totikum, yang berbatasan dengan Desa Sampaka.
Namun, lokasi awal kebakaran tersebut belum dapat dipastikan berada dalam wilayah administrasi desa yang mana.
Saksi memperkirakan kebakaran di kawasan tersebut telah terjadi satu hingga dua hari sebelum api diketahui merambat ke wilayah Desa Sampaka.
Keterangan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut sehingga belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai lokasi awal maupun penyebab kebakaran.
7. Pemadaman Masih Berlangsung
Hingga laporan terakhir, api masih menyala di sejumlah titik dan proses pemadaman belum selesai.
Masyarakat bersama pemerintah desa dan kepolisian masih berada di lokasi untuk mencegah api menyebar lebih luas.
Perkembangan luas area terdampak dan kondisi titik api masih terus dipantau.