PALU, SULTENGEASY – Volume kendaraan di sejumlah jalan protokol Kota Palu, seperti Jalan Sam Ratulangi dan Jalan Moh. Yamin, tampak semakin padat seiring dengan meningkatnya mobilitas warga. Guna menjaga kenyamanan dan keamanan bersama, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus mengedepankan pendekatan edukatif kepada para pengguna jalan.
Salah satu fokus utama imbauan kali ini ditujukan kepada para orang tua yang sering mengantar jemput anak sekolah. Satlantas mengajak para orang tua untuk menjadikan penggunaan helm berstandar SNI bagi anak bukan sekadar kewajiban mematuhi aturan, melainkan wujud kasih sayang dan perlindungan utama bagi buah hati.
Langkah preventif ini dinilai sangat krusial untuk menekan potensi fatalitas di jalan raya. Membiasakan anak memakai helm sejak dini juga terbukti ampuh membentuk karakter disiplin mereka saat kelak menjadi pengendara mandiri.
Selain isu penggunaan pelindung kepala, petugas juga mengingatkan kembali pentingnya kesadaran berbagi ruang jalan. Pengendara kendaraan roda dua diimbau untuk secara sadar dan disiplin menggunakan lajur kiri. Budaya tertib lajur ini sangat efektif untuk melancarkan arus lalu lintas, memberikan ruang aman bagi kendaraan beroda empat di lajur kanan, serta meminimalisasi risiko senggolan antarkendaraan.
Edukasi humanis yang dilakukan secara masif ini sekaligus menjadi langkah pra-kondisi menjelang digelarnya "Operasi Zebra" secara serentak pada bulan November 2026 mendatang.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa Operasi Zebra bulan depan akan sangat menitikberatkan pada tindakan simpatik, penyuluhan, dan edukasi guna membangun budaya tertib berlalu lintas dari dalam diri masyarakat sendiri.
Mari jadikan jalan raya Kota Palu sebagai ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Keselamatan berlalu lintas adalah cermin budaya warga yang cerdas, dimulai dari perlengkapan yang benar dan posisi lajur yang tepat.