PALU – Persyaratan pendidikan masih menjadi salah satu hal yang sering ditemui pencari kerja ketika membaca lowongan. Tidak sedikit perusahaan mencantumkan pendidikan minimal SMP, SMA/SMK, diploma, hingga sarjana sesuai kebutuhan masing-masing posisi.
Bagi pencari kerja dengan pendidikan formal terbatas, kondisi tersebut memang dapat mempersempit pilihan. Namun langkah yang realistis bukan melamar semua pekerjaan dengan berharap persyaratan pendidikan diabaikan.
Yang lebih efektif adalah mencari lowongan yang sesuai dengan pendidikan yang dimiliki, kemudian memperkuat kemampuan lain yang dapat meningkatkan nilai di mata pemberi kerja.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan.
1. Cari lowongan yang syarat pendidikannya sesuai
Baca persyaratan sejak awal sebelum mengirim lamaran.
Jika perusahaan secara tegas mensyaratkan minimal SMA, diploma, atau sarjana, sementara pendidikan pelamar belum mencapai jenjang tersebut, peluang untuk lolos administrasi tentu menjadi lebih kecil.
Karena itu, prioritaskan pekerjaan yang memang menerima pendidikan terakhir yang dimiliki atau posisi yang lebih menekankan keterampilan dan pengalaman.
Jenis pekerjaan seperti operasional, penjualan, layanan, produksi, logistik, pekerjaan teknis, hingga pekerjaan berbasis jasa memiliki persyaratan yang berbeda-beda di setiap perusahaan.
Jangan beranggapan semua pekerjaan pada bidang tersebut dapat dilamar tanpa ijazah tertentu. Tetap periksa persyaratan setiap lowongan.
2. Jangan menganggap sertifikat keterampilan sebagai pengganti ijazah
Pelatihan dan sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa seseorang telah mempelajari atau memiliki kompetensi tertentu.
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memiliki tugas melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja. Sertifikasi tersebut pada dasarnya merupakan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki seseorang.
Namun sertifikat kompetensi dan ijazah memiliki fungsi yang berbeda.
Jika sebuah pekerjaan secara hukum, standar profesi, atau kebijakan perusahaan mensyaratkan jenjang pendidikan tertentu, sertifikat keterampilan tidak otomatis menggantikan persyaratan ijazah tersebut.
Gunakan sertifikat sebagai bukti tambahan kemampuan, bukan sebagai jalan untuk mengabaikan syarat pendidikan dalam lowongan.
3. Pilih keterampilan yang benar-benar dapat digunakan untuk bekerja
Jangan mengikuti pelatihan hanya untuk mengumpulkan sertifikat.
Pilih keterampilan yang dapat ditunjukkan secara nyata, misalnya kemampuan menggunakan perangkat kerja, mengoperasikan aplikasi tertentu, memperbaiki peralatan, memasak, menjahit, mengemudi sesuai persyaratan, desain, administrasi dasar, penjualan, atau keterampilan teknis lainnya.
Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan Skillhub sebagai salah satu akses program pelatihan vokasi. Program yang tersedia dapat berubah sesuai periode dan penyelenggara.
Pada Program Pelatihan Vokasi Nasional, peserta dapat memperoleh pelatihan dan sertifikat pelatihan, sementara peserta yang memenuhi ketentuan dan lulus uji kompetensi pada program terkait dapat memperoleh sertifikat kompetensi BNSP.
4. Buat bukti kemampuan, bukan hanya menulisnya di CV
Jika pekerjaan yang dituju memungkinkan penggunaan portofolio, siapkan contoh hasil kerja.
Pencari kerja di bidang desain dapat menunjukkan hasil desain. Pelamar pekerjaan administrasi dapat menunjukkan kemampuan menggunakan aplikasi perkantoran. Pekerja teknis dapat mencantumkan pengalaman menangani pekerjaan tertentu.
Pengalaman membantu usaha keluarga, bekerja harian, magang, proyek lepas, atau usaha sendiri juga dapat dicantumkan selama ditulis dengan jujur dan relevan dengan pekerjaan yang dilamar.
Bukti kemampuan membuat perusahaan memiliki informasi lebih banyak daripada sekadar melihat jenjang pendidikan.
5. Mulai dari posisi pemula untuk membangun pengalaman
Jika belum memiliki pendidikan tinggi maupun pengalaman panjang, mencari posisi tingkat awal dapat menjadi langkah yang lebih realistis.
Tujuannya bukan berhenti pada pekerjaan tersebut selamanya, tetapi membangun riwayat kerja, kedisiplinan, pengalaman, serta referensi yang dapat digunakan ketika melamar pekerjaan berikutnya.
Setelah pengalaman bertambah, pilihan pekerjaan juga dapat berkembang.
6. Perkuat kemampuan dasar yang dibutuhkan hampir di semua tempat kerja
Kemampuan berkomunikasi, membaca instruksi, berhitung dasar, menggunakan ponsel dan aplikasi digital, mengirim email, membuat dokumen sederhana, bekerja dalam tim, serta datang tepat waktu sering dibutuhkan dalam dunia kerja.
Kemampuan tersebut terlihat sederhana, tetapi dapat menjadi pembeda ketika beberapa pelamar memiliki latar belakang pendidikan yang hampir sama.
7. Gunakan portal lowongan resmi dan pilih berdasarkan kualifikasi
Kementerian Ketenagakerjaan menyediakan Karirhub untuk mempertemukan pencari kerja dengan pemberi kerja serta menyediakan informasi lowongan kerja.
Pencari kerja dapat menggunakan portal tersebut untuk mencari posisi berdasarkan bidang pekerjaan dan kualifikasi yang sesuai.
Jangan hanya terpaku pada nama jabatan. Baca uraian pekerjaan, lokasi, persyaratan pendidikan, pengalaman, keterampilan, serta dokumen yang diminta sebelum melamar.
8. Pertimbangkan pendidikan kesetaraan jika ijazah menjadi hambatan utama
Jika target pekerjaan yang diinginkan berkali-kali mensyaratkan pendidikan minimal SMA atau sederajat, sementara pencari kerja belum menyelesaikan jenjang tersebut, meningkatkan pendidikan formal dapat menjadi pilihan jangka panjang yang lebih kuat.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa Paket C merupakan pendidikan kesetaraan yang setara dengan jenjang SMA/SMK.
Peserta yang memenuhi ketentuan pembelajaran dan kelulusan dapat memperoleh ijazah dari satuan pendidikan penyelenggara yang memenuhi ketentuan.
Jalur ini berbeda dengan mengikuti kursus singkat. Pendidikan kesetaraan memang ditujukan untuk memperoleh jenjang pendidikan yang setara sesuai aturan yang berlaku.
9. Jangan memalsukan pendidikan atau pengalaman
Menuliskan jenjang pendidikan yang tidak pernah ditempuh, mengubah data ijazah, atau mengarang pengalaman kerja dapat menimbulkan masalah ketika perusahaan melakukan verifikasi.
Jika pendidikan terakhir SMP, tuliskan SMP. Jika pernah mengikuti pelatihan, tuliskan pelatihan tersebut secara terpisah.
CV yang jujur tetapi menunjukkan kemampuan yang relevan lebih aman dibandingkan dokumen yang terlihat bagus tetapi tidak dapat dipertanggungjawabkan.
10. Perluas cara memperoleh penghasilan
Pekerjaan tidak selalu harus dimulai dari menjadi karyawan tetap di perusahaan besar.
Bergantung pada keterampilan yang dimiliki, seseorang juga dapat mempertimbangkan pekerjaan harian, proyek lepas, jasa, perdagangan, pekerjaan berbasis pesanan, atau usaha mandiri.
Namun tetap perhitungkan kebutuhan modal, kemampuan, risiko, dan pasar sebelum memulai usaha.
Pada akhirnya, tingkat pendidikan tetap berpengaruh terhadap pilihan pekerjaan tertentu. Tidak semua persyaratan ijazah dapat dilewati dengan pengalaman atau sertifikat keterampilan.
Strategi yang lebih realistis adalah mengetahui batas persyaratan setiap pekerjaan, mencari kesempatan yang memang dapat dimasuki, meningkatkan keterampilan yang relevan, membangun pengalaman, dan melanjutkan pendidikan jika jenjang pendidikan menjadi penghalang utama terhadap pekerjaan yang ingin dicapai.
Pencari kerja tidak perlu melamar sebanyak mungkin secara acak. Lebih baik memilih lowongan yang persyaratannya benar-benar sesuai, kemudian menyiapkan lamaran yang menunjukkan kemampuan dan pengalaman yang relevan.