SIGI, SULTENG EASY – Upaya pemadaman kebakaran hutan lindung di kawasan Puncak Gunung Ranindi, Dusun I Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, terus dilanjutkan secara intensif. Hingga Senin (26/10/2026), sisa bara api masih terlihat di lokasi kebakaran sehingga tim gabungan terus berupaya melakukan pemadaman secara menyeluruh.
Guna mengatasi kendala akses medan yang terbatas dan sulitnya suplai air di ketinggian, tim di lapangan telah menyiapkan enam bak penampungan air yang dialirkan dari titik air Sungai Meno. Bak penampungan keenam kini berjarak sekitar 50 hingga 150 meter dari titik api dan sudah dapat digunakan secara efektif untuk mendukung proses pemadaman.
Operasi penanganan di kawasan Gunung Ranindi ini melibatkan sinergi personel gabungan, aparat desa, serta masyarakat Desa Berdikari.
Ancaman Bara Lahan Gambut dan Hutan Damar Warga
Penanganan kebakaran di Puncak Gunung Ranindi membutuhkan kewaspadaan tinggi karena lokasi yang terbakar merupakan kawasan hutan lindung berupa lahan gambut. Sisa panas kebakaran yang tersimpan di dalam lapisan tanah sewaktu-waktu dapat menyala kembali meskipun api di permukaan sudah tampak padam, terutama pada siang hari saat cuaca panas, berangin, dan dikelilingi vegetasi kering.
Saat ini, titik api berjarak sekitar satu kilometer dari kawasan hutan damar yang merupakan sumber penghidupan masyarakat setempat. Pemadaman terus diupayakan hingga tuntas ke lapisan tanah agar api tidak meluas ke kawasan hutan damar tersebut yang dapat menimbulkan kerugian ekologis maupun ekonomis yang besar. Selain itu, aktivitas warga pencari getah damar di sekitar kawasan juga memerlukan kehati-hatian ekstra agar tidak memicu munculnya titik api baru.
Penambahan Bak Penampungan dan Pembagian Tim
Dalam rencana penanganan lanjutan pada Selasa (27/10/2026), dua unit pompa air utama Manggala Agni terus dioperasikan untuk menyedot air menuju bak penampungan keenam. Apabila kondisi di lapangan memungkinkan, tim juga merencanakan penambahan tiga bak penampungan lagi dengan memanfaatkan tenda terpal berukuran 4x5 meter, disertai dukungan peralatan tambahan berupa empat unit mesin pompa alkon dan selang air sepanjang 200 meter.
Mengingat akses lokasi yang jauh dan medan yang sulit berisiko menguras fisik petugas, personel gabungan dibagi ke dalam beberapa tim kerja khusus. Pembagian tugas tersebut meliputi tim mesin utama, tim mesin alkon, tim pemadam api menggunakan pompa punggung (jet shooter), tim pengangkut jeriken, serta tim yang bertugas mengelola dapur umum di Pos 2 BPBD Sigi.