PALU, SULTENGEASY – Keamanan dan kenyamanan sebuah kota tidak hanya bergantung pada intensitas patroli aparat kepolisian, melainkan berakar kuat dari kepedulian warganya sendiri. Di Kota Palu, tren positif mulai terlihat dengan semakin mengeliatnya kembali tradisi Sistem Keamanan Keliling (Siskamling) dan ronda malam di berbagai permukiman warga pada tingkat RT maupun RW.
Di sejumlah kelurahan, pemandangan pos ronda yang kembali terang dan diisi oleh bapak-bapak serta pemuda yang berjaga malam menjadi rutinitas yang menyejukkan. Langkah swadaya masyarakat yang mulai mengaktifkan sistem portal (one gate system) di jam-jam istirahat juga dinilai sangat efektif untuk menekan potensi kriminalitas, seperti pencurian maupun gangguan ketertiban lainnya.
Pemerintah daerah dan jajaran aparat keamanan, khususnya melalui peran Bhabinkamtibmas, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang rela meluangkan waktu istirahatnya. Sinergi yang apik antara warga dan aparat ini membuktikan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab kolektif yang pengelolaannya paling efektif jika dimulai dari lingkup terkecil.
"Ronda malam itu bukan sekadar menjaga kampung dari hal buruk, tapi juga menjadi ajang silaturahmi antarwarga. Sambil minum kopi bersama di pos, kita bisa berdiskusi, bertukar informasi, dan saling mengenal tetangga lebih dekat. Lingkungan jadi aman, persaudaraan juga makin erat," tutur salah seorang tokoh masyarakat yang aktif menggerakkan ronda di lingkungannya.
Kehadiran Siskamling yang aktif juga mempermudah aparat kepolisian dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Jika ada hal atau orang yang mencurigakan, warga bisa langsung berkoordinasi dengan petugas melalui pos keamanan setempat.
Model pengamanan swakarsa yang humanis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lingkungan permukiman lain yang pos rondanya mungkin masih vakum. Mari terus hidupkan budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Palu yang aman, nyaman, dan damai selalu berawal dari lorong-lorong dan permukiman warga yang solid menjaga kampung halamannya.