BANGGAI, SULTENGEASY – Peristiwa kebakaran melanda gudang distributor cat dan bahan bangunan, PT Tirtakencana Tatawarna (Avian Brands), yang berlokasi di Jalan Trans Sulawesi KM 16, Desa Koyoan, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, pada Jumat (16/10/2026) malam.
Informasi mengenai insiden ini pertama kali diterima oleh kepala cabang perusahaan berinisial EGT (32) melalui panggilan aplikasi WhatsApp. Merespons kejadian tersebut, tiga unit armada pemadam kebakaran (Damkar) bersama satu unit kendaraan bantuan dari BNPB segera diterjunkan ke lokasi untuk memadamkan kobaran api.
Api yang sempat berkobar di bagian luar hingga merambat ke area dalam gudang tersebut baru berhasil dipadamkan secara menyeluruh pada Sabtu dini hari. Hingga Sabtu pagi, kepulan asap tipis masih terlihat muncul dari sisa-sisa tumpukan palet kayu yang terbakar di bagian depan gudang.
Berdasarkan hasil penelusuran awal dan pengecekan rekaman kamera pengawas di dalam gudang, titik api diduga kuat berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek pada unit CCTV yang terpasang di dinding luar gedung. Percikan api dari perangkat tersebut jatuh tepat ke atas tumpukan palet kayu di bawahnya yang mudah terbakar hingga memicu api membesar dari sela-sela pintu gerbang.
Saat peristiwa itu berlangsung, petugas keamanan (security) yang biasanya berjaga setiap malam diketahui sedang tidak berada di lokasi. Sementara itu, staf operator administrasi gudang berinisial YM (35) memastikan bahwa seluruh perangkat komputer kerja telah dimatikan dan aliran listriknya telah dicabut sebelum jam pulang kantor pada Jumat sore.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun total kerugian materil ditaksir mencapai nilai yang cukup besar. Sejumlah fasilitas kantor, armada angkutan, dan stok barang dagangan hangus dilalap api, di antaranya:
Kendaraan operasional berupa satu unit motor roda tiga yang terbakar di bagian depan serta satu unit truk box yang meleleh pada bodi sebelah kanan akibat paparan suhu panas.
Produk cat dari berbagai brand beserta tumpukan pipa dan rak penyimpanan.
Peralatan operasional gudang meliputi unit forklift, hand pallet, dan tabung alat pemadam api ringan (APAR).
Perangkat elektronik dan inventaris kantor berupa laptop, satu set komputer, printer, tujuh unit handphone, kamera CCTV, kipas angin, dispenser, meja dan kursi kerja, gudang berisi merchandise (kaos dan botol), serta dokumen arsip kantor.
Guna keperluan penelusuran lebih lanjut, area di sekitar gudang yang terbakar telah dipasangi garis pembatas (police line). Sejumlah sampel material yang terbakar di lokasi—mulai dari sisa kaleng thinner, produk cat, kabel dan colokan listrik, router Wi-Fi, braket CCTV, hingga potongan pipa—turut diamankan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut.