PALU – Kebakaran rumah dapat berkembang dengan cepat dan menimbulkan risiko terhadap keselamatan penghuni maupun bangunan di sekitarnya.

Sumber api dapat berasal dari berbagai kondisi, termasuk gangguan instalasi listrik, penggunaan kompor dan gas, maupun sumber api yang tidak diawasi.

Karena itu, pencegahan dan kesiapan menghadapi keadaan darurat perlu dilakukan sebelum kebakaran terjadi.

Berikut beberapa hal yang perlu diketahui:

1. Utamakan keselamatan penghuni

Ketika api sudah membesar atau asap memenuhi ruangan, keselamatan orang di dalam bangunan menjadi prioritas.

Jangan mempertaruhkan keselamatan untuk menyelamatkan barang.

Segera keluar melalui jalur yang masih aman dan bantu anak-anak, lansia, penyandang disabilitas, atau orang lain yang membutuhkan bantuan.

2. Hubungi Pemadam Kebakaran

Masyarakat dapat menghubungi layanan Pemadam Kebakaran melalui 113.

Di daerah yang sudah menyelenggarakan layanan panggilan darurat terpadu, nomor 112 juga dapat digunakan untuk meminta bantuan darurat.

Sampaikan lokasi kejadian secara jelas agar petugas dapat menuju tempat yang benar.

3. Berikan alamat selengkap mungkin

Ketika melapor, sebutkan nama jalan, kelurahan atau desa, kecamatan, serta penanda lokasi yang mudah dikenali.

Jika memungkinkan, jelaskan pula jenis bangunan dan bagian yang terbakar.

Informasi yang jelas dapat membantu mempercepat respons petugas.

4. Informasikan jika ada orang yang terjebak

Jika diketahui masih ada penghuni di dalam bangunan, segera sampaikan kepada petugas.

Jangan kembali masuk ke bangunan yang sudah dipenuhi api atau asap tanpa perlindungan dan kemampuan penyelamatan yang sesuai.

5. Pemadaman awal hanya dilakukan jika kondisinya aman

Api yang masih sangat kecil dapat ditangani menggunakan alat pemadam yang sesuai apabila penghuni mengetahui cara penggunaannya dan tetap memiliki jalan keluar yang aman.

Jika api cepat membesar, segera tinggalkan lokasi dan tunggu petugas Pemadam Kebakaran.

6. Kenali penggunaan APAR

Alat Pemadam Api Ringan atau APAR digunakan untuk penanganan awal kebakaran.

Secara umum pengguna perlu menarik pin pengaman, mengarahkan selang atau nozzle ke sumber api, menekan tuas, dan mengarahkan bahan pemadam ke bagian dasar api.

Penggunaan APAR akan lebih efektif apabila penghuni sudah pernah mendapatkan pelatihan sebelumnya.

7. Jangan menghalangi jalan keluar

Pintu, lorong, dan jalur evakuasi sebaiknya tidak dipenuhi barang.

Ketika terjadi keadaan darurat, jalur keluar harus dapat digunakan dengan cepat.

Keluarga juga sebaiknya mengetahui pintu atau jalur alternatif apabila akses utama tidak dapat digunakan.

8. Siapkan titik kumpul keluarga

Tentukan lokasi aman di luar rumah sebagai titik berkumpul setelah evakuasi.

Langkah ini membantu memastikan seluruh anggota keluarga sudah keluar dan mencegah seseorang kembali masuk hanya karena mengira masih ada anggota keluarga di dalam.

9. Jangan kembali mengambil barang

Setelah berhasil keluar dari bangunan yang terbakar, jangan masuk kembali untuk mengambil telepon, dokumen, kendaraan, atau barang lainnya.

Kondisi api dan struktur bangunan dapat berubah dalam waktu singkat.

10. Waspadai asap

Bahaya kebakaran bukan hanya berasal dari nyala api.

Asap dapat mengganggu pernapasan dan mengurangi jarak pandang saat melakukan evakuasi.

Karena itu, segera menuju udara terbuka melalui jalur yang paling aman.

11. Jangan menggunakan lift saat terjadi kebakaran

Pada bangunan bertingkat, gunakan tangga darurat apabila diperintahkan melakukan evakuasi.

Lift dapat berhenti bekerja atau membawa pengguna menuju area yang tidak aman ketika terjadi gangguan listrik atau kebakaran.

12. Periksa instalasi listrik secara berkala

Kabel yang rusak, terkelupas, sambungan tidak sesuai, atau penggunaan listrik secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kebakaran.

Instalasi yang bermasalah sebaiknya diperiksa oleh tenaga yang memahami sistem kelistrikan.

13. Hindari steker bertumpuk berlebihan

Penggunaan banyak perangkat pada satu sambungan listrik dapat meningkatkan beban.

Gunakan peralatan dan instalasi listrik sesuai kapasitas serta standar yang berlaku.

14. Cabut perangkat yang tidak digunakan

Perangkat listrik yang tidak diperlukan dapat dilepas dari sumber listrik, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam waktu lama.

Namun, tindakan ini tetap disesuaikan dengan fungsi perangkat yang memang perlu terus beroperasi.

15. Jangan meninggalkan kompor tanpa pengawasan

Kompor yang sedang menyala sebaiknya selalu diawasi.

Pastikan kompor telah dimatikan setelah digunakan dan sebelum meninggalkan rumah.

16. Kenali tanda kebocoran gas

Bau gas yang kuat atau suara mendesis pada sambungan dapat menjadi tanda adanya kebocoran.

Jika mencurigai kebocoran, hindari menyalakan api atau membuat sumber percikan listrik.

Penanganan perlu dilakukan dengan memperhatikan keselamatan dan mengikuti petunjuk penggunaan perangkat gas.

17. Periksa regulator dan selang gas

Selang, regulator, dan sambungan tabung perlu diperiksa secara berkala.

Perangkat yang sudah rusak atau tidak layak sebaiknya diganti dengan produk yang memenuhi ketentuan keselamatan.

18. Jauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas

Bahan bakar, cairan mudah terbakar, kertas, kain, dan barang lain yang mudah terbakar sebaiknya tidak disimpan dekat kompor, sumber api, atau peralatan yang menghasilkan panas.

Penyimpanan yang aman dapat membantu mengurangi risiko api menyebar.

19. Jauhkan korek dan sumber api dari anak-anak

Korek api, lilin, dan alat pembakar lainnya sebaiknya ditempatkan di lokasi yang tidak mudah dijangkau anak-anak.

Anak juga perlu diberi pemahaman sederhana mengenai bahaya bermain dengan api.

20. Sediakan APAR jika memungkinkan

BPBD menganjurkan penyediaan APAR sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.

Pastikan alat mudah dijangkau dan penghuni mengetahui cara menggunakannya.

APAR juga perlu diperiksa secara berkala sesuai petunjuk pemeliharaannya.

21. Jangan menaruh APAR di tempat yang sulit dijangkau

APAR sebaiknya ditempatkan di lokasi yang terlihat dan mudah diambil ketika diperlukan.

Jangan menyimpannya di balik tumpukan barang atau tempat yang hanya dapat dijangkau setelah melewati sumber api.

22. Buat rencana evakuasi keluarga

Setiap anggota keluarga sebaiknya mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi kebakaran.

Rencana dapat mencakup jalur keluar, titik kumpul, siapa yang membantu anggota keluarga tertentu, dan cara menghubungi layanan darurat.

23. Latih evakuasi sebelum keadaan darurat

Rencana yang hanya diketahui di atas kertas belum tentu mudah dilakukan saat panik.

Simulasi sederhana dapat membantu keluarga memahami jalur keluar dan tindakan yang perlu dilakukan.

24. Pastikan akses petugas tidak terhalang

Jika memungkinkan, hindari kendaraan atau barang menghalangi akses menuju lokasi kebakaran.

Mobil pemadam membutuhkan ruang untuk mendekati bangunan dan menempatkan peralatan.

25. Jangan berkerumun di sekitar lokasi

Warga yang tidak terlibat dalam penyelamatan sebaiknya memberi ruang kepada petugas.

Kerumunan dapat menghambat akses kendaraan, selang, dan proses evakuasi.

26. Jangan mengambil kesimpulan mengenai penyebab kebakaran

Penyebab kebakaran tidak selalu dapat diketahui hanya dari lokasi awal api.

Korsleting listrik, kebocoran gas, kelalaian, maupun dugaan lain memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Karena itu, hindari menyatakan penyebab secara pasti sebelum ada hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.

27. Waspadai kemungkinan api menyala kembali

Setelah api terlihat padam, masih dapat terdapat bara atau titik panas pada bagian bangunan.

Petugas perlu memastikan kondisi benar-benar aman sebelum penghuni kembali memasuki lokasi.

28. Jangan langsung masuk ke bangunan setelah kebakaran

Panas, asap, kabel listrik, pecahan kaca, maupun kerusakan struktur dapat tetap membahayakan.

Tunggu izin atau arahan petugas sebelum mendekati bagian bangunan yang terdampak.

29. Dokumentasikan kerusakan setelah kondisi aman

Setelah dinyatakan aman, pemilik dapat mendokumentasikan kondisi bangunan dan barang yang terdampak.

Dokumentasi dapat diperlukan untuk administrasi, pendataan kerugian, atau kepentingan lain.

Keselamatan kebakaran dimulai jauh sebelum munculnya api.

Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan gas yang benar, penyediaan APAR, jalur evakuasi yang jelas, serta pengetahuan mengenai nomor darurat dapat membantu mengurangi risiko ketika keadaan darurat terjadi.

Saat kebakaran sudah membesar, jangan memaksakan pemadaman sendiri.

Segera lakukan evakuasi, hubungi petugas Pemadam Kebakaran, dan prioritaskan keselamatan manusia dibanding barang.