PALU – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah pada penutupan perdagangan Selasa, 22 September 2026.
Rupiah ditutup pada level Rp17.884 per dolar AS. Angka tersebut melemah 37 poin atau sekitar 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di Rp17.847 per dolar AS.
Secara sederhana, posisi Rp17.884 per dolar AS berarti dibutuhkan sekitar Rp17.884 untuk mendapatkan 1 dolar AS.
Ketika angka tersebut naik dari Rp17.847 menjadi Rp17.884, artinya nilai rupiah melemah terhadap dolar AS.
Pergerakan rupiah sepanjang hari masih dipengaruhi sikap pelaku pasar yang mencermati perkembangan ekonomi global serta menunggu arah kebijakan Bank Indonesia.
Pasar juga memperhatikan kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed), karena perubahan suku bunga di AS dapat memengaruhi permintaan terhadap dolar dan pergerakan mata uang negara lain, termasuk rupiah.
Dari dalam negeri, perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung 22–23 September 2026. Hasil rapat tersebut akan menentukan arah kebijakan moneter Bank Indonesia.
Sebagai perbandingan, rupiah pada penutupan sebelumnya berada di Rp17.847 per dolar AS. Dengan penutupan hari ini di Rp17.884, rupiah mengalami pelemahan selama dua perdagangan berturut-turut.
Perubahan nilai tukar rupiah dapat berpengaruh terhadap berbagai kegiatan ekonomi, terutama transaksi yang menggunakan dolar AS, seperti impor barang, pembelian bahan baku dari luar negeri, perjalanan internasional, hingga pembayaran dalam mata uang asing.
Masyarakat perlu membedakan kurs pasar dengan kurs yang digunakan bank atau tempat penukaran uang. Harga beli dan harga jual dolar di masing-masing bank atau money changer dapat berbeda dari angka penutupan pasar.