JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia berada di level Rp17.745 per dolar AS berdasarkan data terbaru yang tersedia hingga Minggu (20/9/2026).

Angka tersebut merupakan JISDOR terakhir yang diterbitkan Bank Indonesia pada Jumat (18/9/2026).

Rupiah tercatat menguat tipis dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Pada Kamis (17/9/2026), JISDOR berada di Rp17.753 per dolar AS.

Dengan demikian, nilai JISDOR turun Rp8 dari Rp17.753 menjadi Rp17.745 per dolar AS.

Dalam beberapa hari terakhir, pergerakan JISDOR tercatat sebagai berikut:

14 September 2026: Rp17.635 per dolar AS

15 September 2026: Rp17.687 per dolar AS

16 September 2026: Rp17.712 per dolar AS

17 September 2026: Rp17.753 per dolar AS

18 September 2026: Rp17.745 per dolar AS

Meski menguat tipis pada perdagangan terakhir, posisi rupiah masih lebih lemah dibandingkan awal pekan.

Jika dibandingkan dengan 14 September 2026 yang berada di Rp17.635 per dolar AS, JISDOR pada 18 September telah naik Rp110.

Sementara itu, Kurs Transaksi Bank Indonesia pada pembaruan 18 September 2026 mencatat kurs jual dolar AS sebesar Rp17.841,76 dan kurs beli Rp17.664,24.

JISDOR berbeda dengan kurs jual dan beli yang ditemui masyarakat di bank atau tempat penukaran valuta asing.

JISDOR merupakan kurs referensi harga spot dolar AS terhadap rupiah yang disusun Bank Indonesia berdasarkan transaksi USD/IDR antarbank di pasar valuta asing Indonesia.

Karena 20 September 2026 bertepatan dengan hari Minggu, Bank Indonesia tidak menerbitkan JISDOR baru pada hari tersebut.

Data JISDOR hanya tersedia pada hari kerja dan tidak diterbitkan pada Sabtu, Minggu maupun hari libur ketika perbankan tidak melakukan kegiatan operasional.

Karena itu, Rp17.745 per dolar AS menjadi kurs referensi JISDOR terbaru yang tersedia hingga Minggu, 20 September 2026.