PALU – Memasarkan usaha melalui internet tidak harus menunggu bisnis menjadi besar. Warung makan, bengkel, penginapan, toko, jasa profesional hingga berbagai UMKM di Sulawesi Tengah dapat memanfaatkan Google Ads untuk memperkenalkan produk dan jasanya kepada calon pelanggan.
Google Ads berbeda dengan Google AdSense.
Google Ads digunakan oleh pelaku usaha atau pengiklan untuk memasang dan membayar iklan. Sementara Google AdSense digunakan pemilik situs atau publisher untuk memperoleh pendapatan dengan menyediakan ruang bagi iklan yang memenuhi syarat.
Bagi pelaku usaha, keunggulan Google Ads terletak pada kemampuannya menjangkau orang berdasarkan kebutuhan dan sasaran kampanye.
Namun, memasang iklan tidak otomatis membuat usaha ramai. Pelaku usaha tetap perlu menentukan tujuan, sasaran pelanggan dan anggaran secara hati-hati.
1. Usaha Apa yang Cocok Beriklan di Google?
Pada dasarnya berbagai jenis usaha dapat menggunakan Google Ads selama produk dan layanan yang dipromosikan memenuhi kebijakan Google.
Namun, iklan pencarian sangat menarik bagi usaha yang produknya memang dicari masyarakat melalui Google.
Contohnya:
Hotel, penginapan dan homestay.
Rumah makan dan katering.
Bengkel mobil atau sepeda motor.
Toko bahan bangunan.
Percetakan.
Penyewaan kendaraan.
Jasa perjalanan dan wisata.
Toko elektronik atau furnitur.
Jasa servis AC dan elektronik.
Salon dan barbershop.
Fotografi dan dokumentasi.
Kontraktor dan jasa konstruksi.
Kursus dan lembaga pendidikan.
Jasa profesional sesuai ketentuan.
Toko daring dan berbagai produk UMKM.
Misalnya seseorang mencari "bengkel mobil Palu" atau "catering Palu". Usaha yang menjalankan kampanye pencarian yang relevan berpeluang menampilkan iklannya pada hasil pencarian sesuai sistem lelang dan penargetan Google Ads.
Inilah perbedaannya dengan promosi yang sekadar ditampilkan kepada banyak orang. Pada pencarian Google, pengiklan dapat menjangkau calon pelanggan ketika mereka sedang menunjukkan kebutuhan tertentu melalui kata yang dicari.
2. Tentukan Tujuan sebelum Membayar Iklan
Kesalahan yang perlu dihindari adalah langsung memasang iklan tanpa mengetahui hasil apa yang ingin diperoleh.
Tujuan setiap usaha dapat berbeda.
Rumah makan mungkin menginginkan lebih banyak pesanan.
Hotel membutuhkan reservasi.
Bengkel menginginkan telepon atau kunjungan pelanggan.
Toko daring menginginkan transaksi.
Sementara usaha baru mungkin terlebih dahulu ingin memperkenalkan keberadaannya.
Tujuan tersebut akan menentukan jenis kampanye, halaman tujuan, materi iklan dan cara mengukur keberhasilannya.
Karena itu, jangan memulai dari pertanyaan "berapa uang yang harus saya masukkan?"
Mulailah dari pertanyaan "setelah melihat iklan, saya ingin calon pelanggan melakukan apa?"
3. Siapkan Tempat Tujuan Calon Pelanggan
Iklan membutuhkan tujuan yang jelas.
Pelaku usaha dapat menyiapkan situs web atau halaman yang menjelaskan produk, harga atau layanan, lokasi, nomor kontak dan cara melakukan pemesanan.
Untuk bisnis lokal, informasi usaha yang akurat pada Google Business Profile juga penting agar calon pelanggan lebih mudah menemukan lokasi, jam operasional, nomor telepon dan informasi lainnya di Google Search maupun Maps.
Pastikan informasi tersebut benar dan selalu diperbarui.
Iklan yang berhasil mendatangkan klik tetapi membawa calon pelanggan ke halaman yang membingungkan hanya akan menghabiskan anggaran.
4. Cara Memulai Google Ads
Pelaku usaha dapat memulai melalui situs resmi Google Ads di ads.google.com.
Secara umum langkahnya sebagai berikut:
1. Masuk menggunakan akun Google.
2. Buat akun Google Ads dan mulai kampanye baru.
3. Tentukan tujuan kampanye sesuai kebutuhan usaha.
4. Pilih jenis kampanye yang tersedia dan sesuai dengan tujuan.
5. Tentukan lokasi calon pelanggan yang ingin dijangkau.
6. Siapkan materi iklan, kata kunci atau aset lain sesuai jenis kampanye.
7. Tentukan anggaran.
8. Lengkapi metode pembayaran dan pengaturan penagihan.
9. Periksa kembali kampanye sebelum dipublikasikan.
10. Setelah kampanye berjalan, pantau hasilnya dan lakukan penyesuaian berdasarkan data.
Tampilan dan pilihan yang diberikan Google dapat berubah sesuai jenis akun, kampanye, negara dan pembaruan sistem. Karena itu, ikuti petunjuk yang tampil pada akun Google Ads saat membuat kampanye.
5. Usaha Lokal Tidak Harus Mengiklankan ke Seluruh Indonesia
Salah satu fitur penting Google Ads adalah penargetan lokasi.
Usaha yang hanya melayani pelanggan di Kota Palu misalnya tidak selalu membutuhkan iklan yang menjangkau seluruh Indonesia.
Target dapat disesuaikan dengan wilayah layanan usaha.
Prinsip yang sama berlaku bagi bisnis di Luwuk, Poso, Parigi, Tolitoli, Morowali maupun daerah lainnya.
Semakin jelas wilayah layanan, semakin mudah anggaran diarahkan kepada calon pelanggan yang relevan.
Namun, pengaturan lokasi perlu diperiksa dengan teliti karena Google menyediakan beberapa pilihan mengenai keberadaan atau minat pengguna terhadap lokasi yang ditargetkan.
6. Mulai dengan Anggaran yang Bisa Dikendalikan
Google Ads menggunakan sistem lelang dan biaya iklan dapat berbeda berdasarkan persaingan, kualitas, jenis kampanye, sasaran dan berbagai faktor lainnya.
Karena itu, tidak ada satu angka biaya yang berlaku untuk semua usaha.
Pelaku UMKM sebaiknya tidak menganggap anggaran besar otomatis menghasilkan kampanye yang lebih baik.
Mulailah dengan jumlah yang sesuai kemampuan usaha, kemudian ukur hasilnya.
Yang penting bukan hanya berapa banyak orang mengklik iklan, tetapi apakah klik tersebut menghasilkan telepon, pesan, kunjungan, pemesanan atau penjualan.
Jika Rp500.000 menghasilkan pelanggan baru dengan keuntungan yang lebih besar daripada biaya promosi, iklan mungkin bekerja dengan baik.
Sebaliknya, ribuan klik tanpa transaksi bukanlah prestasi yang perlu dirayakan.
7. Gunakan Kata yang Benar-Benar Dicari Pelanggan
Untuk kampanye pencarian, pemilihan kata kunci mempunyai peran penting.
Pemilik usaha perlu berpikir seperti pelanggan.
Orang yang membutuhkan bengkel mungkin mencari "bengkel mobil terdekat", sedangkan calon pelanggan katering dapat mencari "catering acara Palu".
Hindari mengejar kata yang terlalu luas hanya karena volume pencariannya besar.
Kata yang lebih spesifik sering kali menunjukkan kebutuhan yang lebih jelas.
Google Ads juga menyediakan kata kunci negatif yang dapat digunakan untuk membantu mencegah iklan muncul pada pencarian tertentu yang tidak relevan.
8. Jangan Hanya Mengejar Klik, Ukur Hasil Usaha
Jumlah klik bukan tujuan akhir sebuah bisnis.
Google Ads menyediakan pengukuran konversi untuk membantu pengiklan mengetahui tindakan bernilai setelah seseorang berinteraksi dengan iklan.
Konversi dapat berupa pembelian, pendaftaran, panggilan atau tindakan lain yang ditentukan sesuai kebutuhan usaha.
Dengan pengukuran tersebut, pelaku usaha dapat membandingkan biaya promosi dengan hasil yang diperoleh.
Data kemudian dapat digunakan untuk menghentikan bagian kampanye yang boros dan memperkuat bagian yang menghasilkan pelanggan.
9. Tidak Semua Usaha Harus Langsung Beriklan
Google Ads merupakan alat pemasaran, bukan kewajiban setiap UMKM.
Usaha yang belum memiliki produk jelas, stok tidak stabil, pelayanan belum siap, informasi kontak berantakan atau belum mengetahui siapa calon pelanggannya sebaiknya membenahi dasar bisnis terlebih dahulu.
Iklan memperbesar jangkauan.
Jika yang diperbesar adalah pelayanan yang baik dan produk yang dibutuhkan, hasilnya dapat membantu pertumbuhan usaha.
Tetapi jika yang diperbesar justru pengalaman pelanggan yang buruk, iklan hanya membuat lebih banyak orang mengetahui masalah tersebut.
10. Waspadai Pihak yang Menjanjikan Peringkat Nomor Satu
Pelaku usaha juga perlu berhati-hati ketika menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengelola iklan.
Google menegaskan tidak ada cara untuk meminta atau membayar agar mendapatkan posisi iklan tertentu secara permanen.
Penempatan iklan ditentukan melalui sistem lelang Google Ads dengan mempertimbangkan berbagai faktor.
Karena itu, hindari pihak yang menjanjikan posisi nomor satu secara permanen atau hasil penjualan tertentu tanpa dasar yang dapat diperiksa.
Pemilik usaha tetap sebaiknya mengetahui akun yang digunakan, jumlah anggaran iklan, biaya pengelolaan, serta hasil kampanye yang diperoleh.
Pada akhirnya, Google Ads dapat menjadi salah satu jalan bagi usaha di Sulawesi Tengah untuk memperluas pasar.
Kuncinya bukan sekadar membayar agar iklan muncul.
Pelaku usaha perlu memahami siapa pelanggannya, di mana mereka berada, apa yang mereka cari, berapa biaya yang sanggup dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan, dan apakah promosi tersebut benar-benar menghasilkan keuntungan.
Teknologi menyediakan jalannya. Keputusan bisnis tetap berada di tangan pemilik usaha.