PALU – Gempa bumi dapat terjadi tanpa peringatan dan menimbulkan kondisi yang berbeda di setiap lokasi.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui tindakan dasar yang dapat dilakukan sebelum, saat, dan setelah guncangan terjadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menyediakan panduan mitigasi gempa bumi dan tsunami untuk membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan.
Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan:
1. Jika berada di dalam bangunan
Saat gempa terjadi, lindungi kepala dan badan dari benda yang dapat jatuh atau runtuh.
Cari tempat yang paling aman dari reruntuhan, termasuk berlindung di bawah meja yang kuat jika memungkinkan.
Keluar dari bangunan apabila kondisi memungkinkan dan jalur keluar dapat digunakan dengan aman.
2. Jika berada di luar bangunan
Jauhi gedung, tiang listrik, pohon, serta benda lain yang berpotensi roboh atau jatuh.
Perhatikan kondisi tanah di sekitar dan hindari area yang mengalami retakan.
3. Jika sedang berada di kendaraan
Perhatikan kondisi lingkungan sekitar dan hindari tempat yang berisiko mengalami pergeseran tanah, kebakaran, atau keruntuhan.
Setelah kendaraan berhenti pada lokasi yang aman, ikuti kondisi serta arahan petugas di lapangan.
4. Jika berada di wilayah pantai
Gempa kuat yang dirasakan di kawasan pesisir perlu direspons dengan kewaspadaan terhadap kemungkinan tsunami.
BMKG menyarankan masyarakat menjauhi pantai dan menuju lokasi yang lebih aman.
Ikuti informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah atau petugas mengenai potensi tsunami serta jalur evakuasi.
5. Jika berada di wilayah pegunungan
Jauhi lereng atau kawasan yang berpotensi mengalami longsor setelah gempa.
Guncangan dapat memicu pergerakan tanah, terutama pada lereng yang tidak stabil.
6. Keluar dari bangunan dengan tertib setelah gempa
Setelah guncangan berhenti, keluar menggunakan jalur yang aman.
Hindari menggunakan lift dan gunakan tangga biasa apabila masih memungkinkan.
Periksa kondisi diri serta orang di sekitar dan berikan pertolongan pertama jika diperlukan.
7. Periksa potensi bahaya di sekitar
Perhatikan kemungkinan kebakaran, kebocoran gas, arus pendek listrik, kerusakan jaringan air, atau benda yang berpotensi jatuh.
Jangan menyalakan api jika terdapat kemungkinan kebocoran gas.
8. Jangan kembali ke bangunan yang rusak
Bangunan yang telah terdampak gempa dapat mengalami kerusakan struktur dan berisiko runtuh.
Tunggu pemeriksaan atau arahan dari pihak yang berwenang sebelum kembali masuk.
9. Waspadai gempa susulan
Gempa susulan masih dapat terjadi setelah gempa utama.
Masyarakat perlu tetap berada di lokasi yang aman dan memperhatikan kondisi bangunan maupun lingkungan sekitar.
10. Gunakan informasi resmi
Pantau informasi BMKG mengenai parameter gempa dan potensi tsunami.
Hindari menyebarkan informasi yang sumbernya tidak jelas karena dapat menimbulkan kepanikan atau membuat masyarakat mengambil keputusan berdasarkan informasi yang keliru.
Selain mengetahui tindakan saat gempa, masyarakat juga dapat menyiapkan perlengkapan darurat seperti kotak P3K, senter, radio, makanan, air minum, serta dokumen penting.
Kesiapsiagaan sebelum kejadian dapat membantu masyarakat mengambil keputusan lebih cepat ketika gempa terjadi.