PALU – Kondisi cuaca di Sulawesi Tengah pada Minggu, 4 Oktober 2026 masih menunjukkan kontras antara pola kering secara umum dan peluang hujan yang berkembang secara lokal.
BMKG dalam prospek cuaca periode 2–4 Oktober 2026 menyebut cuaca di Indonesia secara umum didominasi cerah berawan hingga hujan ringan.
Namun, pada Minggu dini hari BMKG menerbitkan peringatan dini untuk Sulawesi Tengah terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.
1. Prakiraan Cuaca 13 Kabupaten dan Kota di Sulteng
Secara umum, kondisi relatif kering masih mendominasi Sulawesi Tengah pada Dasarian I Oktober 2026. Meski demikian, pertumbuhan awan hujan secara lokal tetap perlu diperhatikan.
Berikut gambaran cuaca 13 kabupaten dan kota:
Banggai: Cerah berawan hingga berawan masih dominan, dengan peluang peningkatan awan secara lokal.
Poso: Cerah berawan hingga berawan, sementara hujan lokal masih dapat terbentuk terutama di wilayah yang dipengaruhi kondisi pegunungan.
Donggala: Cerah berawan hingga berawan, dengan kemungkinan udara kabur pada sebagian wilayah pesisir.
Tolitoli: Cerah berawan hingga berawan masih menjadi kondisi dominan, dengan peluang perubahan cuaca lokal.
Buol: Berawan hingga cerah berawan, dengan peluang udara kabur terutama pada malam dan dini hari.
Morowali: Kondisi relatif kering masih dominan, tetapi peningkatan tutupan awan dapat terjadi secara lokal.
Banggai Kepulauan: Cerah berawan hingga berawan, terutama di kawasan pesisir dan kepulauan.
Parigi Moutong: Berawan dengan peluang hujan lokal. Wilayah Parigi Selatan termasuk kawasan yang sempat masuk cakupan peringatan dini hujan lebat pada Minggu dini hari.
Tojo Una-Una: Cerah berawan hingga berawan, dengan peluang perubahan cuaca lokal di sekitar Teluk Tomini.
Sigi: Cerah berawan hingga berawan. Kawasan pegunungan tetap memiliki peluang pembentukan awan hujan secara lokal.
Banggai Laut: Berawan hingga berawan tebal pada sebagian waktu, terutama pada dini hari hingga pagi.
Morowali Utara: Berawan hingga berawan tebal, dengan peluang udara kabur pada sebagian wilayah.
Kota Palu: Kondisi berkabut hingga cerah berawan pada sebagian waktu. Suhu harian diprakirakan berkisar 23–32°C.
Meskipun sebagian besar wilayah masih berada dalam pola curah hujan rendah, kondisi tersebut tidak berarti seluruh daerah akan bebas hujan.
Hujan dengan durasi singkat dan intensitas yang berbeda dapat muncul secara lokal akibat pertumbuhan awan konvektif.
2. Peringatan Dini BMKG
BMKG menerbitkan peringatan dini cuaca Sulawesi Tengah pada Minggu, 4 Oktober 2026, mulai sekitar pukul 01.50 WITA hingga 05.00 WITA.
Dalam periode tersebut terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah Sulawesi Tengah.
Parigi Selatan menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam cakupan peringatan dini.
Periode peringatan tersebut berakhir pada pukul 05.00 WITA, tetapi peringatan dini merupakan produk nowcasting yang dapat diterbitkan kembali apabila terjadi perkembangan awan hujan dalam beberapa jam berikutnya.
Karena itu, masyarakat tetap perlu memantau pembaruan BMKG sepanjang hari.
3. Angin dan Gelombang
Kondisi perairan Sulawesi Tengah pada Minggu pagi secara umum masih berada dalam kategori gelombang rendah.
Di Laut Sulawesi bagian tengah, tinggi gelombang diprakirakan meningkat dari sekitar 0,6 meter pada dini hari menjadi sekitar 0,9 meter pada pagi hari.
Angin bertiup dominan dari barat dengan kecepatan sekitar 9–10 knot, sementara kondisi cuaca didominasi udara kabur.
Di Perairan Banggai Laut, gelombang berada pada kisaran sekitar 0,7–0,8 meter dengan kondisi berawan tebal pada dini hari hingga pagi.
Kecepatan angin berkisar 8–10 knot.
Sementara di Perairan Timur Banggai, gelombang sekitar 1,1 meter pada pagi hari dengan kecepatan angin sekitar 13–14 knot.
Kondisi cuaca berubah dari udara kabur menjadi berawan tebal.
Meski tinggi gelombang masih tergolong rendah, nelayan dan pengguna transportasi laut tetap perlu memperhatikan perubahan angin serta cuaca lokal.
4. Kondisi Kering dan Karhutla Tetap Perlu Diwaspadai
BMKG memprakirakan sekitar 79 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan rendah pada Dasarian I Oktober 2026.
Sulawesi Tengah termasuk wilayah yang secara umum diprakirakan mengalami sifat hujan bawah normal pada periode tersebut.
Seluruh 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah masuk dalam wilayah yang dominan mengalami sifat hujan bawah normal.
Kondisi tersebut membuat potensi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan tetap perlu diperhatikan, terutama di wilayah dengan vegetasi kering dan periode tanpa hujan yang cukup panjang.
Hujan yang terjadi secara lokal juga belum tentu cukup untuk mengakhiri kondisi kering secara luas.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan sumber api telah benar-benar padam.
Pada saat bersamaan, masyarakat juga perlu mewaspadai perubahan cuaca mendadak berupa hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat berkembang secara lokal.