PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca Sulawesi Tengah pada Kamis, 1 Oktober 2026 masih didominasi pola relatif kering.
Meski demikian, kondisi atmosfer lokal di Sulawesi Tengah masih dinilai labil sehingga pertumbuhan awan hujan tetap dapat terjadi secara lokal ketika tersedia cukup uap air.
BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah masuk kategori curah hujan rendah pada Dasarian I Oktober 2026.
1. Prakiraan Cuaca 13 Kabupaten dan Kota di Sulteng
Berdasarkan prediksi curah hujan BMKG untuk awal Oktober 2026, seluruh 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah berada dalam wilayah yang diprakirakan dominan mengalami curah hujan kategori rendah.
Wilayah tersebut meliputi:
Banggai: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Poso: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Donggala: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Tolitoli: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Buol: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Morowali: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Banggai Kepulauan: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Parigi Moutong: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Tojo Una-Una: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Sigi: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Banggai Laut: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Morowali Utara: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Kota Palu: Curah hujan awal Oktober diprakirakan rendah
Kategori rendah dalam prediksi dasarian BMKG berada pada kisaran 0–50 mm per 10 hari.
Namun, prediksi curah hujan dasarian tidak berarti seluruh wilayah akan mengalami cuaca cerah sepanjang hari. Hujan lokal dalam durasi singkat masih dapat terjadi.
2. Atmosfer Sulteng Masih Labil
Dalam prospek cuaca sepekan, BMKG menyebut kondisi atmosfer yang labil kuat masih terdapat di Sulawesi Tengah.
Kondisi tersebut dapat mendukung pengangkatan massa udara dan pertumbuhan awan konvektif apabila kelembapan dan pasokan uap air mencukupi.
Karena itu, meskipun kondisi kering masih dominan, perubahan cuaca lokal tetap perlu diperhatikan terutama pada sore hingga malam hari.
Hujan ringan hingga sedang secara lokal masih dapat muncul tanpa menggambarkan kondisi seluruh kabupaten atau kota.
3. Tidak Ada Peringatan Dini Aktif untuk Sulteng Pagi Ini
Berdasarkan pembaruan BMKG yang diperiksa Kamis pagi, Sulawesi Tengah tidak tercantum dalam daftar provinsi dengan peringatan dini cuaca aktif.
Peringatan aktif saat pengecekan hanya tercatat di beberapa wilayah Indonesia lainnya.
Sulawesi Tengah sebelumnya sempat mendapat peringatan dini hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang mulai Rabu malam hingga Kamis dini hari.
Peringatan tersebut telah berakhir dan merupakan produk nowcasting yang hanya berlaku untuk kondisi jangka sangat pendek.
Karena itu, status peringatan dapat kembali berubah apabila terbentuk awan hujan signifikan dalam beberapa jam berikutnya.
4. Kondisi Angin dan Gelombang Perairan Sulteng
BMKG memprakirakan kondisi Laut Sulawesi bagian tengah pada Kamis pagi relatif kondusif.
Gelombang diprakirakan sekitar 0,8 meter atau kategori rendah dengan kecepatan angin sekitar 6 knot dari arah tenggara.
Cuaca perairan diprakirakan cerah berawan pada pagi hingga sore sebelum menjadi berawan pada malam hari.
Di Perairan Banggai Laut, tinggi gelombang berkisar sekitar 0,7–1 meter dengan kategori rendah.
Sementara Perairan Timur Banggai memiliki gelombang sekitar 1,2 meter dengan angin yang dapat mencapai sekitar 14–15 knot.
Kondisi laut tetap perlu diperhatikan nelayan dan pengguna transportasi laut karena perubahan angin dapat terjadi dalam waktu relatif singkat.
5. Karhutla Tetap Perlu Diwaspadai
BMKG menyebut kondisi kering masih cukup dominan di sejumlah wilayah Indonesia pada akhir September hingga awal Oktober.
Sulawesi Tengah termasuk wilayah yang diprakirakan memiliki curah hujan rendah selama Dasarian I Oktober.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama pada semak, kebun, dan vegetasi yang telah mengering.
Masyarakat disarankan tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan api benar-benar padam setelah membakar sampah.
6. Tetap Pantau Pembaruan BMKG
Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer.
Meskipun Sulawesi Tengah tidak berada dalam status siaga hujan lebat pada Kamis pagi, hujan lokal masih dapat berkembang akibat kondisi atmosfer yang labil.
Masyarakat disarankan memantau prakiraan terbaru dan peringatan dini BMKG sebelum melakukan perjalanan, aktivitas di luar ruangan, maupun kegiatan di wilayah perairan.
Secara umum, awal Oktober 2026 di Sulawesi Tengah masih diprakirakan relatif kering, sementara kemungkinan hujan lokal tetap ada dan dapat berkembang dalam waktu singkat.