PALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah mengalami cuaca cerah pada Selasa, 29 September 2026.
Berdasarkan prakiraan tingkat kabupaten dan kota, sembilan wilayah diprakirakan cerah, sementara empat wilayah mengalami udara kabur.
Kota Palu diprakirakan cerah dengan suhu berkisar 24–35°C dan kelembapan udara 43–87%.
1. Prakiraan Cuaca 13 Kabupaten dan Kota di Sulteng
Berikut prakiraan cuaca BMKG untuk Selasa, 29 September 2026:
Banggai: Udara kabur, suhu 16–28°C
Poso: Cerah, suhu 17–28°C
Donggala: Udara kabur, suhu 23–32°C
Tolitoli: Cerah, suhu 26–33°C
Buol: Cerah, suhu 24–35°C
Morowali: Udara kabur, suhu 20–30°C
Banggai Kepulauan: Cerah, suhu 24–30°C
Parigi Moutong: Cerah, suhu 27–28°C
Tojo Una-Una: Cerah, suhu 19–32°C
Sigi: Cerah, suhu 19–30°C
Banggai Laut: Cerah, suhu 26–27°C
Morowali Utara: Udara kabur, suhu 23–30°C
Kota Palu: Cerah, suhu 24–35°C
Dari 13 kabupaten dan kota tersebut, sembilan wilayah diprakirakan cerah dan empat wilayah mengalami udara kabur.
Tidak terdapat kategori hujan sebagai kondisi cuaca utama dalam tabel harian BMKG untuk 13 kabupaten dan kota tersebut.
2. Palu dan Buol Berpotensi Mencapai 35°C
Suhu maksimum tertinggi diprakirakan mencapai 35°C di Kota Palu dan Kabupaten Buol.
Tolitoli diprakirakan mencapai suhu maksimum 33°C, sedangkan Donggala dan Tojo Una-Una dapat mencapai 32°C.
Suhu minimum terendah terdapat di Kabupaten Banggai dengan 16°C, disusul Poso 17°C.
Sigi dan Tojo Una-Una memiliki suhu minimum 19°C, sementara Morowali berkisar mulai 20°C.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan pada siang hari disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh dan mengurangi paparan langsung sinar matahari dalam waktu lama.
3. Empat Wilayah Diprakirakan Mengalami Udara Kabur
BMKG mencatat kondisi udara kabur sebagai prakiraan utama di Banggai, Donggala, Morowali, dan Morowali Utara.
Sementara itu, Poso, Tolitoli, Buol, Banggai Kepulauan, Parigi Moutong, Tojo Una-Una, Sigi, Banggai Laut, dan Kota Palu diprakirakan cerah.
Kategori udara kabur dalam prakiraan BMKG menunjukkan adanya penurunan kejernihan atau jarak pandang atmosfer. Data prakiraan harian tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan penyebab kondisi udara kabur.
Meski tabel harian didominasi cuaca cerah, kondisi cuaca lokal tetap dapat berubah dalam waktu singkat.
BMKG menyebut tingkat labilitas atmosfer yang kuat diprakirakan terdapat di Sulawesi Tengah. Kondisi tersebut dapat mendukung pengangkatan massa udara dan perkembangan awan konvektif apabila tersedia cukup uap air.
4. BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan hingga Pagi
BMKG menerbitkan pembaruan peringatan dini cuaca Sulawesi Tengah pada Selasa, 29 September 2026 pukul 04.40 WITA.
Hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang diprakirakan mulai sekitar pukul 04.52 WITA di Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong.
Potensi tersebut dapat meluas ke sejumlah wilayah di Kabupaten Donggala, yakni Banawa, Labuan, Sindue, Banawa Selatan, Tanantovea, Sindue Tombusabora, Sindue Tobata, dan Banawa Tengah.
Di Kabupaten Parigi Moutong, potensi perluasan mencakup Parigi, Ampibabo, Torue, Parigi Selatan, Toribulu, Parigi Barat, Siniu, dan Parigi Tengah.
Sementara di Kota Palu, wilayah yang masuk potensi perluasan adalah Palu Utara, Tawaeli, dan Mantikulore.
Kondisi tersebut diperkirakan dapat berlangsung hingga sekitar pukul 08.00 WITA.
Peringatan dini ini merupakan produk nowcasting untuk kondisi cuaca jangka sangat pendek. Karena itu, informasi tersebut dapat berbeda dari gambaran cuaca dominan pada tabel prakiraan harian.
5. Kondisi Kering dan Karhutla Tetap Perlu Diwaspadai
Dalam prospek cuaca periode 29 September hingga 5 Oktober 2026, BMKG menyebut kondisi kering masih cukup dominan di sejumlah wilayah Indonesia, meski hujan lokal tetap dapat berkembang.
BMKG juga mencatat tingkat labilitas atmosfer yang kuat di Sulawesi Tengah, sehingga potensi pertumbuhan awan hujan secara lokal masih dapat terjadi.
Pada periode 29 September hingga 1 Oktober 2026, Sulawesi Tengah tidak tercantum dalam daftar provinsi berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat maupun wilayah yang mendapat peringatan potensi angin kencang dalam prospek nasional BMKG.
Namun, masyarakat tetap perlu mewaspadai perubahan cuaca lokal, terutama karena peringatan dini jangka pendek dapat diterbitkan mengikuti perkembangan atmosfer terbaru.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar karena kondisi udara yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Prakiraan cuaca dapat berubah mengikuti dinamika atmosfer. Masyarakat disarankan memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini resmi BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.