PALU – Kondisi cuaca di Sulawesi Tengah pada Sabtu, 3 Oktober 2026 diprakirakan masih didominasi pola relatif kering.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prospek cuaca 2–4 Oktober 2026 menyebut kondisi cuaca di Indonesia umumnya berkisar cerah berawan hingga hujan ringan.
Untuk Sulawesi Tengah, tidak terdapat kategori siaga hujan lebat dalam prospek tersebut.
Meski demikian, hujan lokal tetap dapat terjadi apabila kondisi atmosfer mendukung pembentukan awan.
1. Prakiraan Cuaca 13 Kabupaten dan Kota di Sulteng
BMKG memprakirakan seluruh 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah dominan berada pada kategori curah hujan rendah pada Dasarian I Oktober 2026.
Berikut gambaran wilayahnya:
Banggai: Kondisi relatif kering dominan, dengan peluang perubahan cuaca lokal.
Poso: Kondisi relatif kering dominan, hujan lokal tetap mungkin berkembang.
Donggala: Kondisi relatif kering dominan, dengan kecenderungan berawan di sebagian wilayah.
Tolitoli: Kondisi relatif kering dominan.
Buol: Kondisi relatif kering dominan, dengan peluang awan berkembang secara lokal.
Morowali: Kondisi relatif kering dominan.
Banggai Kepulauan: Kondisi relatif kering dominan, sementara wilayah pesisir dapat mengalami cerah berawan hingga berawan.
Parigi Moutong: Kondisi relatif kering dominan, dengan peluang hujan lokal.
Tojo Una-Una: Kondisi relatif kering dominan.
Sigi: Kondisi relatif kering dominan, namun perubahan cuaca lokal masih dapat terjadi di kawasan pegunungan.
Banggai Laut: Cerah berawan hingga berawan menjadi kecenderungan di wilayah perairan.
Morowali Utara: Kondisi relatif kering dominan, dengan peluang berawan hingga berawan tebal di sebagian kawasan.
Kota Palu: Kondisi relatif kering dominan, dengan peluang berawan dan udara kabur di sekitar wilayah pesisir.
Secara klimatologis, seluruh wilayah Sulawesi Tengah tersebut berada dalam kategori curah hujan rendah, yakni sekitar 0–50 mm per dasarian.
Kategori tersebut tidak berarti hujan sama sekali tidak akan terjadi. Hujan dalam durasi singkat tetap dapat muncul secara lokal.
2. Peringatan Dini BMKG
Dalam prospek cuaca periode 2–4 Oktober 2026, Sulawesi Tengah tidak termasuk wilayah dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
BMKG juga tidak memasukkan Sulawesi Tengah dalam daftar wilayah potensi angin kencang untuk periode tersebut.
Saat halaman peringatan dini BMKG diperiksa pada Sabtu dini hari, belum terdapat peringatan dini cuaca aktif untuk Sulawesi Tengah.
Namun, peringatan dini cuaca merupakan produk nowcasting yang berlaku dalam jangka pendek sehingga dapat berubah mengikuti perkembangan awan dan kondisi atmosfer dalam beberapa jam.
Masyarakat tetap disarankan memantau pembaruan BMKG, terutama sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
3. Kondisi Angin dan Gelombang
Di Laut Sulawesi bagian tengah, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur pada sebagian besar Sabtu.
Tinggi gelombang berada pada kisaran sekitar 0,5–0,9 meter atau kategori rendah.
Kecepatan angin berkisar sekitar 4–9 knot dengan arah dominan dari barat.
Di Perairan Donggala–Palu, kondisi diprakirakan berawan tebal pada pagi hingga sore sebelum berubah menjadi udara kabur pada malam hari.
Gelombang diprakirakan sekitar 0,6–0,9 meter dan masih berada pada kategori rendah.
Sementara Perairan Banggai Laut diprakirakan cerah berawan hingga berawan dengan gelombang sekitar 0,7–0,9 meter.
Di Perairan Timur Banggai, tinggi gelombang berada sekitar 1,1–1,2 meter dengan kategori rendah.
Nelayan dan pengguna transportasi laut tetap perlu memperhatikan perubahan kecepatan angin, terutama karena hembusan sesaat dapat lebih tinggi dibandingkan kecepatan angin rata-rata.
4. Karhutla Masih Perlu Diwaspadai
Kondisi curah hujan rendah pada awal Oktober membuat risiko kebakaran hutan dan lahan tetap perlu mendapat perhatian.
BMKG mencatat sekitar 76 persen wilayah Indonesia diprakirakan berada pada kategori curah hujan rendah pada Dasarian I Oktober 2026, termasuk seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Vegetasi kering, semak belukar, ranting, dan lahan yang mengalami kekurangan kelembapan dapat membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi kebakaran.
Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan.
Meski kondisi kering masih dominan pada Sabtu, perubahan cuaca lokal tetap dapat terjadi sehingga pembaruan prakiraan dan peringatan dini BMKG perlu terus dipantau.