PALU – Hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari pohon tumbang, genangan, gangguan perjalanan hingga sambaran petir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika kondisi cuaca memburuk.
Berikut langkah yang dapat dilakukan saat hujan disertai petir dan angin kencang:
1. Segera mencari tempat berlindung
Jika sedang berada di luar ruangan dan terdengar suara guntur, segera masuk ke dalam bangunan yang aman atau kendaraan tertutup.
Hindari tetap berada di tempat terbuka ketika aktivitas petir mulai terjadi.
2. Jangan berteduh di bawah pohon
Pohon tidak menjadi tempat berlindung yang aman saat terjadi petir.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjauh dari pohon karena energi dari sambaran petir dapat berpindah ke orang yang berada di sekitarnya.
3. Jauhi tiang listrik, menara dan benda tinggi
Tiang listrik, menara, papan reklame, serta benda tinggi lainnya perlu dihindari ketika hujan disertai petir dan angin kencang.
Selain risiko sambaran petir, beberapa benda tersebut juga dapat roboh ketika diterpa angin kuat.
4. Hindari lapangan dan tempat terbuka
Sawah, lapangan, taman, serta area terbuka lainnya sebaiknya ditinggalkan ketika petir mulai terjadi.
Jika sedang berkendara dengan sepeda motor, berhenti dan mencari tempat berlindung yang aman.
5. Waspadai pohon dan bangunan rapuh
Angin kencang dapat menyebabkan dahan atau pohon tumbang serta merusak bangunan yang kondisinya tidak kuat.
Masyarakat sebaiknya tidak berlindung di dekat pohon besar, papan reklame, bangunan rapuh, maupun objek yang berpotensi jatuh.
6. Perhatikan kondisi jalan
Hujan lebat dapat menyebabkan genangan, berkurangnya jarak pandang, jalan licin, serta mengganggu perjalanan.
Pengendara perlu menyesuaikan kecepatan dan tidak memaksakan perjalanan jika kondisi dinilai membahayakan.
7. Waspadai wilayah rawan banjir dan longsor
Masyarakat yang tinggal di daerah rendah, dekat aliran sungai, maupun kawasan dengan lereng curam perlu meningkatkan kewaspadaan saat hujan berlangsung lama atau terjadi berulang.
Hujan dapat meningkatkan risiko genangan, banjir, maupun tanah longsor pada wilayah yang rentan.
8. Pantau informasi resmi BMKG
Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer.
Masyarakat disarankan memantau kanal resmi BMKG, termasuk laman BMKG dan aplikasi InfoBMKG, terutama sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.
Cuaca ekstrem tidak selalu berlangsung lama, tetapi dapat berkembang dengan cepat.
Karena itu, mengenali perubahan cuaca dan segera mencari tempat aman menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.