MOROWALI, SULTENG EASY – Kawasan PT. Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, diwarnai aksi unjuk rasa oleh ratusan buruh pada Sabtu (31/10/2026). Massa yang tergabung dalam Koalisi Perjuangan Bersama ini menuntut penyelesaian Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang dinilai belum berpihak pada kesejahteraan pekerja.
Aksi yang diikuti sekitar 250 peserta dari tiga serikat buruh, yakni SBIPE, SBIMI, dan FSPIM-KPBI ini dikomandoi oleh tiga koordinator lapangan, yaitu Fajar, Fajrin, dan Rudi Hartono.
Diwarnai Bakar Ban dan Gesekan
Berdasarkan pantauan di lapangan, massa tiba di depan Kantor PT. IMIP pada pukul 09.30 WITA dan langsung menggelar orasi. Situasi sempat memanas pada pukul 10.35 WITA dan berulang pada 14.30 WITA ketika massa berupaya menerobos pintu gerbang, sehingga memicu aksi saling dorong dengan pihak keamanan.
Eskalasi ketegangan juga diwarnai dengan aksi pembakaran ban di depan gerbang, saat upaya menerobos masuk memicu insiden saling lempar antara massa dan sekuriti perusahaan. Guna mengamankan situasi, sebanyak 115 personel gabungan kepolisian disiagakan di lokasi.
Lantaran pihak manajemen PT. IMIP tidak bersedia menemui massa untuk berdialog, pengunjuk rasa akhirnya membubarkan diri dengan tertib pada pukul 16.00 WITA. Koalisi Perjuangan Bersama menegaskan akan menyurati DPRD Kabupaten Morowali untuk mendesak digelarnya Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
Enam Poin Tuntutan Massa Aksi
Dalam unjuk rasa tersebut, para buruh menyuarakan enam poin tuntutan utama, yaitu:
* Mengembalikan naskah PKB pada hasil perundingan yang sebenarnya.
* Membuka dan menuntaskan seluruh pasal yang belum disepakati (6 usulan pengusaha dan 5 usulan serikat).
* Membuat dan menyepakati risalah perundingan berdasarkan hal-hal yang telah disepakati maupun yang belum disepakati.
* Melanjutkan perundingan secara jujur, setara, dan bertanggung jawab.
* Menghentikan upaya paksa dan manipulasi terhadap poin-poin yang tidak disepakati.
* Menolak PKB kawasan yang dinilai gagal menyejahterakan buruh, serta mendesak pembentukan PKB di masing-masing perusahaan.