PALU, SULTENGEASY – Selama ini, sebagian besar masyarakat beranggapan bahwa tindak kejahatan lebih sering terjadi pada malam yang sepi atau menjelang dini hari. Namun, evaluasi tren keamanan lingkungan terbaru menunjukkan fakta yang sebaliknya dan patut menjadi perhatian bersama.
Berdasarkan pemetaan waktu dan lokasi kerawanan, angka kriminalitas—yang didominasi oleh kasus pencurian biasa—justru memuncak di siang bolong.
Fakta lain yang perlu diwaspadai adalah lokasi sasaran. Kawasan perumahan atau permukiman warga menempati urutan pertama sebagai lokasi kejadian paling rawan. Sementara itu, jalan umum berada di urutan kedua.
Meningkatnya tren pencurian di permukiman pada siang hari ini umumnya dipicu oleh kondisi rumah yang kosong karena ditinggal bekerja, atau kelengahan penghuni yang sedang tidur siang tanpa mengunci pintu dan pagar rumah dengan benar. Rentang waktu pukul 12.00 hingga 15.00 WITA sering kali dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab karena suasana lingkungan permukiman yang cenderung sepi dari aktivitas warga di luar ruangan.
Sebagai bentuk mitigasi dan pencegahan, pastikan pintu rumah, jendela, dan pagar selalu dalam keadaan terkunci meskipun Anda berada di dalam rumah.
Bagi warga yang harus meninggalkan rumah untuk bekerja atau menjemput anak sekolah, biasakan untuk saling menitip pesan kepada tetangga terdekat. Kepedulian antartetangga di siang hari sama pentingnya dengan kegiatan ronda di malam hari.
Mari tingkatkan kewaspadaan, karena keamanan tempat tinggal berawal dari kebiasaan kecil kita dalam menjaga aset pribadi.